-Akito …. Is that you-
*cring* *cring*
Suara lonceng itu kembali terdengar, aku dan Kei
terbangun di kamar Yuu. Aku melihat Kei yang masih terus menangis.
“sudah , Kei jangan bersedih “ kataku
“t.tapi Mayu Rei Mayu” kata Kei
“iya aku tau. . aku tau. . “ kataku
“tapi kamu tenang saja sekarang Mayu sudah bergabung
di tubuh Mio bukan “ tambahku
“t..tapi Rei….”
Belum sempat Kei melanjutkan pembicaraannya tiba tiba
terdengar suara teriakan dari ruang tv
“aAAAAh “
“Kei i..itu suara miku “
Aku dan Kei bergegas keluar dari kamar yuu dan
menghampiri miku, saat menghampiri miku aku melihat wajah miku yang pucat dan Keringat
bercucuran di tubuhnya.
“miku.. miku “ kataku
Miku membuka matanya.
“ka.kaka….” katanya
“mafuyu ada apa dengan mafuyu “ Tanya Kei
Sambil membenarkan nafasnya miku bercerita tentang
mimpi yang di alaminya
“t..tadi .. tadi aku bermimpi ada di sebuah lorong
panjang dan gelap tidak ada cahaya sedikitpun “ kata miku
“lalu.. lalu “ kataku
“tiba tiba aku meliahat kaka, iya kaka berjalan di
lorong itu. Aku terus menerus memangilnya tapi dia tidak menghiraukanku. Aku
terus mengejar kaka dan lama lama kaka berlari sangat cepat di lorong itu lalu
menghilang dan aku terbangun” kata miku
“lalu apa yang membuat yuu, mafuyu, dan Mio ada di
tempat itu , dan kenapa kita harus berada disana” kataku
“itu semua karena … biar ku jelaskan nanti , aku harus
segera ke tempat Mio “ kata Kei
Setelah berbincang masalah yuu , mafuyu, dan Mio Kei langsung berpamitan pulang, dia bilang
dia harus menjenguk Mio di rumah sakit, dia sangat khawatir pada Mio.
Ketika sampai dirumah sakit tempat Mio berada Kei
kembali meneteskan air matanya dan teringat kembali ritual yang dia lihat pada Mayu.
“apa mungkin sekarang Mayu ada di dalam tubuh Mio ..
atau dia masih terperangkap di desa itu “ katanya
Semakin lama dia berada didekat Mio dia tidak bisa
menghentikan air matanya yang terus berjatuhan. Langit sudah mulai gelap Kei
memutuskan untuk kembali kerumahnya.
Sesampainya Kei dirumah, dia langsung bergegas kekamar
melanjutkan tulisannya tentang mimpi mimpi yang dia alami dengan Rei, termasuk
juga mimpi miku tentang mafuya.
Rintik hujan mulai berjatuhan, malam ini terasa dingin
sekali tapi Kei masih fokus dengan tulisannya. Dia terus menulis hal hal yang
dialaminya dan tak ada yang terlewat sedikitpun.
Tiba tiba suara hujan diluar semakin deras dan petir
mulai menyambar, Kei masih saja sibuk dengan tulisannya tidak menghiraukan
apapapun yang terjadi di sekitarnya.
*cring **cring *
“su..suara itu “ kata Kei terkejut
“i..itu suara lonceng yang dikatakan Rei kan “
“AaaaAAaaah”