-The Spike. . the Priestess. .The Ritual-
“Kei,, kamu lihat miku setelah kejadian mimpi semalam
dia tidak bangun lagi “ kataku
“mungkinkah, miku mengalami hal yang sama dengan mio
rei “ kata kei
“mio?? Sepupu mu yang tiba tiba koma itu? “ kataku
“iya rei, mio tiba tiba koma setelah dia menghilang di
mimpi itu “ kata kei
Aku terdiam mendengar kata kata kei, apakah mungkin
yang di katakan kei itu benar .
“rei .. “ kata kei
“melihat kondisi miku sekarang , bagaimana kalo aku
tinggal sementara di sini” tambah kei
“tinggal di sini ? “ Tanyaku
“iya, rei bagaimana? “ Tanya kei
“…”
“tidak bisa ya ? “ katanya lagi
“ bukan itu kei, tapi bagaimana dengan tulisanmu dan
mio “ kataku
“masalah itu aku bisa mengerjakannya disini , kalo mio
aku bisa menjenguknya kapanpun rei “ kata kei
“baiklah, jika kamu memutuskan itu kamu bisa memakai
kamar yuu “ kataku
“terima kasih rei “ kata kei sambil pergi ke kamar yuu
Kei langsung meninggalkan aku dan miku, dia bergegas
ke kamar Yuu.
Sesampainya disana, kei terdiam melihat Kasur Yuu yang
tertata rapi, foto Yuu dan rei yang mulai berdebu, dan ruangan yang tampak selalu
redup cahaya akibat korden yang tidak bisa dibuka disana.
Disana dia menemukan buku tua, buku itu adalah catatan
Yuu.
“buku apa ini “ kata kei
“R I T U A L K E L U A R G A K U Z E “ begitu tulisan
yang ada di depan buku menggunakan bahasa jepang
“ritual ??” kata kei
Kei langsung membuka dan membaca isi dari buku
tesebut. Namun saat dia membuka halaman cover tiba tiba ada suara benda jatuh .
*tring*
“benda apa ini??“ kata kei
Kei perlahan mengangkat benda itu, benda itu seperti
semacam paku kecil, dengan ukiran bergambar ular dan tali di ujungnya. Tanpa
berpikir panjang lagi, kei memasukkan anting itu ke dalam sakunya dan mulai
membaca catatan itu
“ternyata
anting ini, milik reika .. “ kata kei
Kei terus membaca catatan yuu sampai selesai ,
bagaimana cara menyelesaikan ritual ini dan menghentikan semuanya.
“Ternyata ritual reika hanya ditusuk oleh 3 paku . .
dibutuhkan 4 paku. .di keempat kaki dan tangannya. . untuk menyelesaikan
ritualnya. .” kata kei
“aku harus member tahu rei tentang ini” kata kei
Namun karena menyadari hari sudah sangar larut, kei
memutuskan untuk memberitahu rei esok harinya, maka ia pun berjalan menuju
ruangan bawah untuk menyelesaikan note note kejadian yang terjadi pada mereka
semua.
“hmm. . apakah semua catatan ini. . benar apa adanya?”
kata kei
*cring* *cring*
Suara lonceng kembali terdengar, bersamaan dengan
berpindahnya kei. . menuju rumah mimpi itu. .
“di..dimana aku “ kata kei
Kei kembali kerumah tua itu , rumah itu masih sama
seperti saat dia masuk hanya diterangi lilin lilin tua
“tempat ini, mirip dengan. . tempat wanita berambut
panjang itu. .” kata kei
Kei mencoba bangkit untuk menyusuri rumah ini mencari
reika. Kei melewati lorong yang cukup panjang , ketika kei memasuki ruangan
pertama kei terdiam melihat 3 anak kecil
berpakaian pendeta putih -merah
“si..siapa lagi mereka “ kata kei
Kei mencoba
untuk berkomunikasi dengan mereka untuk mencari informasi,tapi kei gagal bukan
informasi yang dia dapatkan tapi serangan dari ke empat pendeta kecil itu .
Saat mereka berbalik mereka jalan mendekati kei, kei
bukan pergi meninggalkan mereka tapi dia malah tertarik masuk keruangan itu.
Keempat pendeta kecil itu terus mendekati kei dengan
membawa paku dan palu.
Kei tidak bisa berbuat apa apa selain menghindar. Kei
teringat dengan paku reika dia berfikir apakah mereka yang memaku reika. belum
sempat dia mengingat semua catatan di buku milik yuu. Keempat anak kecil itu
sudah ada di hadapan kei.
Kei tersentak jatuh di lantai, kei melihat senyum anak
kecil itu dan tatapan kosong seperti mio.
Kei berusaha bergeser menjauhi mereka, mereka terus
saja mendekat. Kei terpojok di ujung ruangan itu dan di kelilingi oleh ke empat
pendeta kecil itu. Pendeta kecil itu bersamaan mengangkat palu dan pakunya
sambil tertawa .
Kei terus menggeser badannya menuju pintu, tapi ke
empat pendeta kecil itu terus mengikuti kei. Kei akhirnya pasrah dengan apa
yang akan terjadi padanya, dia mencoba menutup matanya. Tiba tiba pintu ruangan
itu terbuka dan ke empat pendeta itu menghilang.
Kei langsung berdiri mengatur nafasnya, dan
meninggalkan ruangan itu kei terus berjalan di rumah itu sambil terus mencari
dimana tempat reika. pada akhirnya kei memasuki sebuah ruangan dengan kimono
yang digantung, dan sebuah kaca di ujung ruangan tersebut.
Belum sempat kei melangkah lebih jauh, tiba tiba
sesosok wanita berambut sangat panjang dengan wajah yang dipenuhi darah muncul
di depan kei. Kei menyadari bahwa wanita itu adalah kyouka kuze. . salah satu
dari anggota keluarga kuze yang meninggal disana
“a. . kito. . .ke. .mana saja. . dirimu?” kata kyouka
“tt.tunggu kyouka, a..aku bukan akito “ kata kei
“a..aku kei.. kei amakura” kata kei terbata bata
Tapi percuma kyouka terus saja mendekati kei, kei
terus berjalan mundur menjauhi kyouka,
semakin lama langkah kyouka semakin cepat dan membuat kei terjatuh.
Kyoka dengan cepat melayang dan menyergap kei dan
mengangkat tubuhnya di udara.
“ma. .tilah akito.
. bersamaku. .” kata kyouka
“aaargh!!!! T . .tidak. . kyouka. . aku. .bukan.
.aargh!!”
Sesaat setelah itu, tiba tiba kyouka terdiam sejenak.
Perlhan lahan, pegangan kyouka semakin melemas, dan dia mulai menangis hingga
pada akhirnya kyouka menghilang dari ruangan itu.
“haah. . hah. . kenapa dengan kyouka, kenapa dia
menangis” kata kei
Kei langsung melihat bajunya ternyata, kyouka menangis
gara gara anting reika yang ada dalam sakunya. Kemudian kyouka pun menghilang.
“a. . ada apa dengan ini?? ” kata kei sambil mengatur
nafasnya
Kei melanjutkan pencarian reika, kei bertemu dengan
sebuah ruangan yang cukup besar di dalamnya terdapat pilar pilar yang
manghalangi kuil tersebut,pilar pilar
itu berjumlah 10.
“tempat apa ini , pilar itu ?? apakah reika ada di
situ ?? “ kata kei
Kei langsung mendobrak pilar itu , ternyata di dalam
pilar itu terdapat ruangan dengan lubang jurang di tengahnya, dan terdapat
sebuah kadang dengan rantai besi seperti lift. Kei mencoba untuk turun kebawah
jurang dengan bejalan memutar.
“b. benda apa itu ??” kata kei penasaran akan sebuah
kain seperti pakaian di dasar jurang tersebut
“ini seperti pakaian pendeta kecil tadi “ kata kei
Kei melihat tulang belulang anak kecil dengan baju
pendeta putih – merah disampingnya terdapat juga palu dan paku.
“mungkin. . ini penyebab kenapa reika tidak
mendapatkan pakunya yang terakhir. .” kata kei semakin percaya diri
Dengan hati – hati kei mengambil paku dan palu itu,
lalu kei menelusuri tempat itu, tempat itu berbeda dengan tempat tempat lainnya
bukan berbentuk lorong pajang dengan tembok di sisi kiri dan kanannya tapi
sebuah gua yang suadh penuh dengan lumut.
Kei terus berjalan menyusuri gua tersebut di ujung gua
kei menemukan kolam air dangkal yang di tengahnya terdapat rumah kecil terbuat
dari batu dan pintu besar yang menutupinya.
kei mulai merasakan berat dadanya dan mengalami sesak
nafas karena miasma disana . semacam kabut berwarna kebiruan yang memenuhi
ruangan disana
“kabut apa ini?? “ kata kei
“kenapa aku tidak bisa bernafas disini” tambahnya
Walaupun kei merasakan sakit dan sesak nafas, kei
tidak mau mundur dari tempat itu, dia terus saja melanjutkan langkahnya menuju
rumah batu tersebut. Kei mulai melangkahkan kaki kanannya memasuki kolam itu
dan air disitu hangat serta berbau amis yang menyengat.
Ketika membuka pintu rumah itu, kei terkejut di rumah
itu terdapat banyak sekali mayat pendeta bertato dari zaman ke zaman, kei terus
melangkahkan kakinya, kei heran kenapa mayat di sini tidak ada yang membusuk.
Lalu bau amis tadi itu dari mana pikir kei, mayat disini malah menjadi berwarna
biru dan di penuhi tato hitam pada tubuhnya, hingga di bagian paling ujung kei
melihat satu mayat dengan lentera biru menyala.
Kei mengira mayat itu adalah reika karena di dekat mayatnya terdapat lentera
biru, seperti yang tertulis dalam catatan yuu.
Kei mendekati mayat itu untuk memastikan apakah itu
reika atau bukan, selangkah demi selangkah sambil melewati mayat mayat lainnya.
Semakin dekat kei dengan mayat itu, semakin jelas wajah mayat itu.
Dan ternyata benar itu adalah reika kuze, orang yang
kei cari, tapi saat kei semakin mendekatinya , kei terkejut melihat semua
tangan dan kaki reika sudah di paku semua.
Kei bingung dan melangkah mundur sedikit demi sedikit
menjauhi mayat reika.
“a. . apa apaan ini? K.kenapa semuanya sudah terpaku?”
kata kei penuh dengan rasa bingung
Suara suara mulai bermunculan di kepala kei. .
“kenapa kamu kemari?” “tidak ada lelaki yang diijinkan
masuk kesini” “kenapa kamu mau bunuh aku?” “bunuh . .bunuh. .”
Pandangan kei seketika menjadi kabur, dan melihat
reika berdiri di sebelah mayatnya sambil menatap kei dengan penuh amarah .
Reika berjalan mendekati kei dan tiba tiba muncul di
hadapan kei , kei tersentak dan mencoba berdiri. Dengan berpegangan palu dan
paku kei mencoba menyerang reika, tapi
reika berhasil menghindar dari serangan kei , saat kei akan melayangkan pakunya
tepat di wajah reika, dengan cepat reika menghilang dan muncul tepat di
belakang kei.
Kei melihat kesegala penjuru mencari reika namun reika
tidak ada dimana pun. Hanya dia terdiam saat merasakan ada tangan yang
menyentuh lehernya . . ..
“aaAAAaaah” teriak kei
Seketika pandangan kei mengadi gelap bersamaan dengan
teriakan kei
*cring* *cring*
Aku terbangun di pagi hari, dengan keadaan badan lebih
segar dari biasanya. Malam ini aku tidak mendapatkan mimpi itu. Aku bergegas
mengecek miku dan berharap dia sudah terbangun dari komanya.
“miku.. miku “ teriaku sambil memasuki kamarnya
Tidak ada jawaban apapun dari miku, ternyata miku
belum terbangun dari komanya. Dia masih terbaring lemah disitu.
Aku langsung mencari kei dikamar Yuu, tapi kei pun
tidak ada disana. Aku pikir kei sudah bangun lebih pagi dari pada aku. .
“k..kei “ kataku perlahan
Karena tidak mendapatkan jawaban, aku memutuskan untuk
mencarinya di ruangan bawah, berpikir
mungkin dia ketiduran ketika bekerja. Belum sempat aku melangkah sampai anak
tangga terakhir, aku tersentak. Mataku terbuka lebar bersamaan dengan rahangku
yang terbuka . .
Kei tidak ada disana. . kertas kertas berserakan
dimana mana, buku buku misteri milik kei, laptop kei, semua ada disana. . namun
yang tersisa di sofa tempat kei terduduk. . hanyalah bercak hitam seperti tinta
yang menyerupai wujud manusia. . persis seperti yang terjadi pada yoshino dulu.
“kei, kamu kemana? , kei?? KEI!!!! “ tambahku
Air mataku terus mengalir melihat tinta hitam yang
berada di depan mataku. Aku tidak habis pikir apa yang di inginkan yashuu dan
Reika sebenarnya apakah tidak cukup dia telah membawa yuu, mafuyu, mio, mayu,
miku dan sekarang kei. Harus berapa korban lagi yang jatuh? Sampai kapan?
Aku terdiam disana. . tidak mampu berbuat apa apa
selain memikirkan
“apakah aku. . selanjutnya?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar