-To Be A KUZE-
“apa ini?” kataku sambil
secara perlahan mengambil benda di tengah bercak. . tubuh kei. .
“anting?” pikirku
Aku berpikir pasti semua
kertas kertas yang ada di dekat kei ini berguna dan mungkin dapat membantuku
memberitahu apa yang terjadi pada kei. Aku membaca semua tentang ritual
tersebut, tentang bagaimana cara melengkapi ritual reika yang gagal.
“paku. . reika membutuhkan
satu paku lagi. .” kataku perlahan.
“ti. . dak. .”
Aku tersentak, sebuah suara
seperti anak kecil muncul di pikiranku. Aku mencoba mencari dari mana sumber
suara itu berasal, namun belum sempat aku memalingkan muka, aku melihat pendeta
kecil itu lagi. Kali ini berdiri didepanku.
“ohayou. . gozaimasu (selamat
pagi). . reika san” katanya
“s. selamat pagi. . “ kataku
perlahan
Anak kecil itu adalah amane,
pendeta kecil dengan rambut yang terikat pigtail 2 di belakangnya. Amane
menunjukkan jarinya ke buku yuu.
“ritual. . reika san. .
gagal. . bukan karena itu” katanya
Aku memandangi amane dengan
wajah yang kebingungan.
“t. . tolong beritahu aku. .
tolong. .aku ingin menghentikan kegilaan reika,
sebelum ada korban lagi yang terjatuh” kataku
“reika. . san. . tidak
bersalah. .” kata amane sambil menundukkan kepalanya
“huh? A. .apa katamu? Dia
sudah memberikanku tato itu. . Yuu. . lalu miku. .dan kei. .” kataku pada amane
“ti. .dak. . reika san. .
ingin kamu membantunya. .” kata amane sambil menggelengkan kepalanya.
“b. bantu?” tanyaku
“semua itu. . akibat master
yashuu. .hiks. .” kata amane sambil mulai meneteskan air mata.
“y. .yashuu katamu?”
“r. rei san. . sudah
waktunya. . master yashuu memerintahkanku untuk menjemputmu. .” kata amane
“w. waktu? Waktu apa?”
Belum sempat amane menjawab
pertanyaanku, dia sudah menggenggam tanganku.
*cring* *cring*
“haah. .hah. . “ kataku
sambil terkejut
“reika? Reika chan?”
Aku membalikkan pandanganku .
.aku melihat seorang lelaki setengah tua sedang memandangiku dari atas.
“apakah sudah puas
mengumpulkan bunganya?” katanya sambil tersenyum.
“i. . iya. .”kataku
Astaga!! Suaraku berubah
seketika. . seperti suara seorang anka kecil.
“hm? Ada yang aneh? Sudahlah
ayo kita pulang, adikmu sendirian di rumah bisa berbahaya kalau dia mengamuk.”
Kata pria itu.
Aku tidak berkata apa apa
sambil mulai melangkah mengikuti pria itu. Serangkaian bunga yang tadinya aku
genggam, terjatuh akibat aku memperhatikan tanganku. Kulitku terlihat putih
pucat, dan rambutku tampak lebih panjang dari yang kumiliki.
“a. . aku adalah reika?” pikirku
Kami sampai di sebuah rumah
kecil yang tersusun dari kayu dan dedaunan besar sebagai atapnya.
“reika!! Ayah!!!”
Alangkah kagetnya aku ketika
merasakan seorang anak kecil yang lebih pendek dariku memelukku dan pria itu.
“haha toshie. . sudahlah. .
kakakmu sedang kecapekan. . nanti saja bermainnya.” Kata pria itu
“ayah? Kakak? A. .apakah ini
keluarga reika?” pikirku
*cring*
Tiba tiba semua pemandangan
itu berubah. Tampak seperti malam hari. Aku mencoba bangkit dari kasurku, tanpa
kusadari tubuhku tampak semakin tinggi dan rambutku menjadi sangat panjang.
“kami ingin mencari reika
yukishiro. . tolong jangan halangi kami pak yukishiro. .”
Aku mendengar suara seperti
suara ayah reika dan suara seorang pria yang tak kukenal. Aku berusaha
mengintip dari celah lubang di kamarku. Itu adalah para pendeta kuil, beserta
pria berbaju putih dengan topeng, persis seperti ketua pembangun kuil di rumah
tua itu.
“tidak. . aku tidak akan
memberikan reika sebagai tumbal. .pergi, cari saja wanita lain untuk jadi
tumbal keluarga kalian” kata ayahku
“hmph. . nampaknya kamu ingin
master yashuu sendiri yang mengambilnya darimu, baiklah. . permintaanmu kami
kabulkan. .”
Setelah berbincang bincang
beberapa saat, pria pria itu pergi meninggalkan rumah reika. Karena takut
ketahuan oleh ayah kalau aku mendengar semua itu, aku segera berlari kembali ke
kamarku dan ber pura pura tidur.
*cring*
Semua pemandangan itu kembali
berubah. Menjadi sebuah padang rumput yang dipenuhi berbagai macam semak dan
bunga bunga di sekitarnya.
“hah? d. . dimana aku?”
pikirku
Aku melihat di tanganku sudah
terdapat seikat rangkaian bunga . . aku berpikir mungkin reika membuatnya untuk
diberikan ke ayahnya, aku memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sesaat setelah aku
membalikkan tubuhku, aku mleihat gumpalan asap hitam naik ke langit.
“i. .itu. . dari arah desa. .
tempat tinngal reika. .” kataku
Aku segera berlari menuju
tempat darimana asap itu berasal. Semakin dekat aku berlari, suara suara teriakan,
dan pantulan besi dimana mana mulai terdengar. Aku terus berlari, hingga pada
akhirnya aku sampai di pinggir desa, dan memang benar, desa itu sedang
diserang.
“a. .ayah!!”
Suara reika terdengar di
kepalaku, dan seketika tubuhku bergerak dengan sendirinya dan berlari menuju
arah rumah reika.
“a. .apa apaan ini? Aku tidak
dapat mengontrol tubuhku. .” pikirku
Dimana mana aku melihat mayat
bertebaran, darah, dan berbagai peralatan perang yang penuh darah.
“a. .ayah!!”
Suara itu kembali terdengar
di kepalaku, seiring dengan langkah kakiku, aku akhirnya menemukan ayahku. .
bersama sama dengan para pendeta dan yashuu.
“yashuu. .hmph. .” pikirku
dalam hati
“a. .ayah!!”
Reika berteriak sambil
berlari menuju arah ayahnya. Namun para pendeta dengan cepat menangkap tangan
reika. reika terus memanggil manggil ayahnya yang terduduk dengan wajah
tertunduk ke bawah.
“aah. . ini dia. . gadis
dalam ramalan. .” kata yashuu
“lepaskan ayahku!!” kata
reika
“master yukishiro. . anakmu
memanggilmu. .” kata yashuu sambil tertawa kecil.
Secara perlahan, ayah reika
mulai mengangkat kepalanya, dan menunjukkan wajah yang penuh dengan luka dan
darah.
“re. .i. ka. .” katanya
perlahan
“ayah!!” teriak reika. .
Yashuu memerintahkan pada
para pendeta untuk melepaskan reika, dan tanpa menunggu lama lagi, reika
langsung memeluk ayahnya.
“ayah!! Apa yang terjadi???”
“reika. . dengarkan ayah. .”
“tidak!! Beritahu reika . .
apa yang terjadi disini?” kata reika sambil menangis
“rei. . ka. . desa ini. .
tidak aman lagi. . ayah ingin kamu. . ikut bersama para pendeta ini. . uhuk. .
kamu akan aman disana. .”
“h. huh? Tidak aman? T. tapi
aku ingin bersama ayah. .” kata reika sambil tetap memeluk leher ayahnya
“a. .ayah akan menyusulmu. . bersama toshie. .uhuk”
Ayah reika menutup mulutnya
ketika mulai memuntahkan darah.
“a. ayah tidak apa apa? Hiks.
.”
“ayah janji. . kita akan
bertemu lagi. . kita bertiga. . di seberang nanti. .”
“h. hah? a. .apa maksud
ayah?”
“a. .ayah akan sangat bangga
padamu. . apabila kamu dapat mencari ayah dan toshie . . di seberang. . nanti.
.uhuk”
Ayah reika kemudian mendorong
reika menuju ke pelukan yashuu.
“e. ekh! A. ayah. . tidak. .
aku ingin bersama ayah” teriak reika
“semoga. . para Dewa selalu
memberkatimu. . master Kuze” kata ayahnya dengan tatapan tajam pada Yashuu
“fufu. . . tentu saja. .
master yukishiro. .” kata yashuu sambil memeluk tubuh kecil reika.
Yashuu memerintahkan 2 orang
pendeta untuk membawa reika kembali ke Kuil Kuze yang letaknya tidak terlalu
jauh dari desa itu.
Reika terus memikirkan apa
kata ayahnya tentang dunia seberang, sampai ia tidak dapat berkata apa apa.
Beberapa jam kemudian, akhirnya aku atau tepatnya reika, sampai di sebuah kuil
yang sangat besar. Sudah kuduga, tempat itu ialah rumah mimpi, persis dengan
rumah mimpi yang selalu kudatangi setiap malam.
*cring*
Tiba tiba aku merasa sudah
berada di sebuah ruangan yang besar dengan berbagai macam kertas berisikan
mantra semacam jimat di semua tembok dan
jendelanya. Yashuu dan 2 orang pendeta telah terduduk di depanku.
“reika. . .”
“m. master yashuu” kataku
sambil secara otomatis membungkukkan badanku untuk menghormatinya.
“sudah berkisar 3 tahun
semenjak kamu meninggalkan desamu dan bergabung bersama kami disini. . . tak disangka juga umurmu yang sudah menginjak
17 tahun.” Kata yashuu
“hmph. . ayahku. . dan diriku
sendiri. . pasti sangat berterima kasih. . atas semua yang master berikan. .
tempat berlindung, makanan, pakaian, semuanya. . aku mewakili keluargaku
mengucapkan banyak terima kasih” kata reika
“hah?? apa apaan ini? Sudah
jelas yashuu lah yang menyerang desamu reika!!” pikirku dalam hati
Yashuu kemudian memberikan
sebuah kertas kepada reika yang bertuliskan semacam pohon keluarga yang
bertuliskan KUZE di atasnya.
“a. .apa ini master? Aku
melihat nona kyouka, begitu pula dengan namamu disini. .” kata reika
“semua anggota keluarga kuze.
. tercatat disini reika. . dimulai dari
pendiri kami, sampai pemimpin saat ini.
.” kata yashuu
“um. .lalu untuk apa ini
master?” kata reika
Tiba tiba yashuu
membungkukkan tubuhnya sambil berbicara di dekat telinga reika.
“apakah kamu mau melihat ayah
dan adikmu lagi?” katanya
“. . h. huh? T . . tentu saja
master. . tapi bagaimana?” kata reika
“ingat ayahmu berkata tentang
dunia di seberang?? Aku bisa membawamu kesana. .” kata yashuu
“d. . dunia seberang katamu?
T. .tapi bagaimana caranya master? Aku bahkan tidak tahu dimana dunia seberang
itu” kata reika kebingungan
“fufufu. . . dunia seberang.
. antara dunia kita. . dengan dunia yang
berada di luar dari dunia kita. . setiap 10 tahun sekali, akan ada sebuah
ramalan. . dimana akan ada 1 gadis di desa kita. . yang akan dapat kesempatan
untuk pergi ke dunia itu.. dan tahun ini. .ialah kesempatanmu. . reika. .” kata
yashuu
“a. .ku? tapi. . aku tidak
tahu. . apa saja yang harus aku lakukan? Aku bahkan tidak punya uang
sedikitpun. .”
“bwahahaha. . kamu tidak
membutuhkan uang anakku. . yang dibutuhkan hanyalah kamu. .dan segelintir
perayaan perayaan untuk mempersiapkanmu pergi ke dunia seberang. .” kata yashuu
“b. benarkah itu? T. .tapi
kenapa aku master?umh. . apakah aku pantas menjalani tradisi. . keluarga Kuze
yang sudah turun temurun ini? ” kata reika sambil menundukkan kepalanya
“bukankah ayahmu akan menjadi
sangat bangga? Apabila kamu bisa menemuinya lagi disana?” kata yashuu
Kata kata itu membuka lebar
mataku, reika terdiam sejenak. Dia melihat kea rah lantai sambil memikirkan
semua hal yang dikatakan yashuu Kuze kepada dirinya.
“reika!! jangan lakukan!! Itu
semua hanyalah bohong. .”kataku perlahan dari dalam kepala reika
Percuma. . aku hanyalah
penonton. . masa lalu reika. .tidaklah dapat kuubah dengan tanganku sendiri.
Pada akhirnya reika menyetujui untuk menjalani
ritual yang penuh dengan kebohongan milik yashuu.
“bagus. . sekarang kalau
begitu kenapa tidak kita mulai dari sekarang?” kata yashuu sambil tertawa kecil
Tiba tiba semua jendela kamar
itu tertutup rapat. Para pendeta berdatangan entah dari mana dan dengan cepat
memegangi bahu reika.
“kita mulai ritual pendeta
bertato. . untuk masa sekarang. .”kata yashuu sambil menyalakan lilin di
dekatnya
“e. ekkh!! Apa. Apaan ini??”
teriak reika ketika para pendeta mulai
menanggalkan kimono milik reika dan membakarnya di sudut ruangan
Tangan dan kaki reika ditahan
sehingga ia hanya bisa meronta, menahan tekanan dari para pendeta.
“m. .master apa yang kamu
lakukan. .tidak!!” kata reika
Yashuu mulai membacakan doa
sambil mengambil sebuah botol kecil berwarna hitam dan mulai memanaskannya ke
lilin.para pendeta kemudian juga mulai menyanyi diiringi dengan dentingan besi
dan suara lonceng.
“m. .master. . tidak”
Yashuu mulai mengulas tubuh
reika dengan semacam cairan, dimulai dari wajah, leher, dada, hingga sampai
kakinya.
“tenang saja. . reika. . kami
tidak akan melakukan apa apa pada tubuh cantikmu. .” kata yashuu sambil tertawa
Aku atau dalam hal ini,
reika, hanya bisa menatapi para pendeta yang bernyanyi dan yashuu yang masih
tetap membacakan doa pada botol itu.
“a. . apa apaan ini?? Reika.
.lepaskan reika!!” kataku dalam hati
Tak lama kemudian yashuu
memecahkan botol itu dengan tangannya sehingga darah dari tangannya bercampur
dengan tinta hitam yang berada di dalam botol tersebut.
“dengan ini. . kamu akan
kunyatakan. . sebagai seorang KUZE!!!!” teriak yashuu
Yashuu segera menempatkan
tangannya di perut reika dan alangkah hebat sakitnya yang dirasakan sampai
membuat reika teriak sambil meronta dan meneteskan air mata. Aku pun ikut
merasakan rasa sakit yang dalam itu, rasanya seperti ditusukkan puluhan . .
tidak. . ratusan pedang ke perutku. Reika yang tak kuat menahan sakitnya, jatuh
pingsan seketika.
Tinta hitam itu mulai
merambat di perut reika. . dan pada akhirnya membentuk sebuah symbol. Symbol
yang sama dengan tanda di bahuku.
“dengan ini. . maka ritual
telah selesai. .bawa dia ke kandang. .sekarang. . kita hanya bisa menunggu. .
fufufu. .” kata yashuu sambil tertawa. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar