-Kaname . . Ototsuki -
Disinilah aku berada
sekarang. . terjebak di dalam tubuh reika, terjebak di dalam sebuah kandang
kecil, dan bahkan terjebak di dalam rumah Kuil keluarga Kuze ini. .
Yashuu memerintahkan para
pendeta untuk mengurungku, agar aku tidak melarikan diri dari kuil tersebut. .
lagipula. .aku akan lari kemana? Seluruh rumah dan desaku telah hancur, semua
orang yang kukenal telah meninggal. .
*knock* *knock*
“reika san?”
Suara yang setiap hari
kudengar, dan mungkin hanya suara itulah yang akan selalu kuingat dalam hari
hariku.
“i. .iya. . silahkan masuk
amane” kataku
Gadis kecil itu adalah amane,
salah satu gadis pendeta yang mengenakan kimono putih-merah. Amane merupakan
anak dari nona kyouka, dan ia ditugaskan untuk menjagaku dan menemaniku di saat
aku jenuh. Meskipun tidak seberapa, tapi aku menikmati apabila amane datang
kepadaku. Gadis ini sama sekali tidak pernah keluar dari kuil, karena master
Yashuu ialah orang yang tegas dank eras akan aturan. Jadi Amane selalu bertanya
Tanya kepadaku, seperti apa dunia luar itu. . .
Kami bercerita tentang
apapun, mulai dari keluarga, kebiasaan, hobi, semuanya. Amane juga menceritakan
tentang bagaimana hidupnya di kuil Kuze, ia sangat disayang oleh ibunya,
Kyouka. .
“hah? apa benar nona kyouka
mempunyai anak lagi selain kamu?” tanyaku
“eh. Ehhh. . sshhh. . “ kata
amane sambil menutup mulutku
“ubbh. . m. .maaf “ kataku
sambil menarik tangan amane dari wajahku.
“m. master yashuu tidak boleh
tahu tentang ini. . kamu tau sendiri lelaki itu dilarang masuk ke kuil Kuze. .”
kata amane
“iyaa . .iya. . aku mengerti
. . lalu kakak laki lakimu itu ada dimana?” tanyaku sambil berbisik
“a. .aku tidak tahu reika. .
mama tidak pernah mau memberitahuku kakak pergi kemana, bahkan melihat wajahnya
saja aku tidak pernah.” Kata amane.
Kaname. .Kuze. . anak pertama
dari kyouka Kuze dan Akito. Setiap hari amane menanyakan hal tersebut kepada
kyouka, dan berbagi kepadaku. Meskipun itu adalah sebuah rahasia besar, namun
Amane mempercayaiku dibanding ketiga saudari pendeta gadis lainnya.
Kaname pernah tinggal di
dalam kuil sampai berumur 3 tahun, sebelum Yashuu mulai mencurigai keberadaan
kaname, Kyouka memutuskan untuk menitipkan Kaname kepada keluarga besar
Ototsuki di desa sebelah. Tidak ingin mengecewakan Ibunya, Kyouka pada akhirnya
menikah kembali dengan salah satu pendiri Kuil Kuze yang pada nantinya dibuahi
seorang gadis kecil. . Amane Kuze.
“selamat siang reika san”
“ah? Hallo Amane” kataku
sambil melambaikan tanganku.
“um. .bagaimana dengan tato
itu?” Tanya amane
Aku segera mengangkat sedikit
bagian kimonoku untuk mengeceknya. Tato itu sudah mulai menjalar sedikit demi
sedikit ke segala arah.
“u. uh. .aku baik baik saja
amane. .mungkin sedikit agak sakit ketika ini menyebar” kataku perlahan.
“umh. .maafkan aku ya reika.
. seandainya kamu tidak harus melakukan ini” kata amane penuh simpati
Aku hanya bisa tersenyum dan
tertawa kecil kepadanya.
“hihi. .tidak apa apa amane
chan. . ini semua untuk ayah dan adikku. .mereka berdua sudah menungguku di
seberang sana. . aku tidak akan mengecewakan ayah..” kataku
“uh. . a. aku mengerti. .
reika san. .” kata amane sambil mengangguk. .
“hm?”
Amane terlihat agak menunduk
dan terlihat agak murung, namun belum sempat aku bertanya, . .
“h. hey. .kamu tahu, kita
akan kedatangan tamu special. .” kata amane
“hm? Tamu? Special?” kataku
Amane hanya mengangguk sambil
tersenyum kepadaku. . .
“heeeeyy. .beritahu aku
amane. . siapa?” kataku sambil mencoba menangkap amane dari dalam kandangku.
“haha. . itu adalah keluarga
Ototsuki reika. .” kata amane sambil tersenyum
“otot. .suki? i. . itu bukannya keluarga kakakmu, kaname?”
ttanyaku
Amane kembali menganggukkan
kepalanya sambil tersenyum gembira.
“mhm. .biarpun mama
menyuruhku untuk tidak membuka kedok kalau kita adalah saudara, namun aku cukup
senang untuk dapat melihatnya saja.” Kata Amane
“Hmm. . aku harap aku dapat
melihatnya juga, namun bagaimana bisa? Bodohnya diriku. .keluar dari kandang
ini saja aku tidak bisa, bagaimana cara aku keluar dari pondok ini?” kataku
“mungkiiinn. . aku dapat
membawanya kemari. .” kata amane
“hee?? J. jangan. . bahaya
kalau master Yashuu tau. .”
“hmm. .masuk akal sih. .”
kata amane. .
Hari yang ditunggu pun tiba,
Amane hari itu tidak mengunjungiku lagi, mungkin dia sibuk melayani para tamu.
Biasanya kami selalu berbincang ramai dan lama, namun sekarang hanya tinggal
aku sendirian. Aku dapat mendengar berbagai macam tabuhan dan music yang
lumayan meriah.
“ototsuki. . nampaknya
merupakan tamu penting. . sampai
menyiapkan perayaan seperti ini” kataku
“aku harap Amane mendapatkan
apa yang dia cari cari selama ini. . hihi. .” pikirku
Malam itu berlalu cepat
dengan perayaan dan pertunjukkan di dalam kuil, sedangkan aku disini. . di
sebuah gubuk tua, hanya ditemani sebuah lentera tua dengan lilin berwarna
kebiruan.
*knock* *knock*
“reika san. .selamat pagi”
“ugh. i. .iya amane silahkan
masuk” kataku sambil merapikan kimonoku
Pagi itu amane membawakan aku
makanan sisa dari pesta semalam, dan memberitahuku bahwa banyak keluarga sedang
menginap di kuil kita.
“ah. . bodohnya diriku, aku
melupakan sumpitmu. . t. .tunggu disini reika san. .akan segera kuambilkan”
kata amane
“memangnya aku akan pergi
kemana?” kataku menggodanya
“haha. .iya, tunggu ya. .”
kata amane sambil bergegas keluar dari pondok kecil yang letaknya tak jauh dari
kuil utama.
Hari itu sangatlah indah. .
aku dapat mendengar suara kicauan burung, suara pepohonan yang bergesekkan
karena angin, dan bahkan suara jangkrik yang berbunyi di siang hari.
“amane kemana . .ya?” pikirku
Namun, sesaat setelah aku
memikirkan itu, tiba tiba perutku terasa sangat sakit. Tanda di perutku kembali
bersinar dan bersiap siap akan menyebar lagi.
“ugh . . aarrggh. . “ jeritku
sambil menahan sakit
Aku terguling guling di dalam
kandangku, sambil memegangi perutku.
“uhgg . k. kenapa harus.
.sekarang?” pikirku
Semakin lama rasa sakit yang
ditimbulkan makin parah. Aku mulai meneteskan air mataku sambil terus menjerit
jerit.
“HE. . HEY!!! Ada orang di
dalam??!! Buka pintunya!!”
Suara itu mengagetkanku. Itu
seperti suara seorang pria. Aku mencoba menahan rasa sakitku, namun percuma.
Rasa sakit itu melebihi apapun. Aku tetap menjerit kesakitan.
*THUD*
Pria itu mulai mendobrak
pintu pondok kandangku. Takut akan terlihat, aku mengambil selembar kain dan
menutupi seluruh wajah dan kimonoku. Tak lama kemudian, rasa sakitku mulai
menghilang, dan tato itu terlihat sampai melewati wajahku.
*Crack*
Pintu itu hancur didobrak.
Dan sesosok pria muncul dari dalamnya.
“hey!! A. .apa apaan ini?”
kata pria itu seketika melihat kandangku terletak di tengah pondok tersebut.
“hey. .kamu tidak apa apa?”
Tanya pria itu
“ . . .” aku hanya bisa
terdiam sambil menutupi wajahku
“a. .aku mendegar kamu
berteriak tadi, oleh karena itu aku datang kemari. . kamu tidak apa apa?” Tanya
pria itu sambil memandangiku
Pria itu tinggi, dengan
rambut hitam pendek dan sedikit berantakan. Ia mengenakan sebuah kimono Biru
Tua berhiaskan corak bunga berwarna keunguan.
“hey. .kami bisu?” Tanya pria
itu
“a. .aku tidak apa apa. .”
kataku perlahan
Aku tidak dapat melihat mata
pria itu lama lama, takut dia akan ketakutan ketika melihat wajahku yang penuh
dangan tato Kuze.
“k. .kamu yakin? Apakah kamu
terluka?” Tanya pria itu
Aku hanya menggelengkan
kepalaku sambil memalingkan wajahku dari wajahnya.
“sini. .biar aku liat”
katanya penasaran akan sesuatu yang memang kusembunyikan darinya
Beberapa waktu lalu juga ada
pernah ada sekumpulan anak anak yang merupakan tamu dari Yashuu datang kemari
dan menemukan pondokku. Dan apa yang mereka katakana? Entah diantara Hantu,
atau monster. Oleh karena itu aku sangat menyembunyikan diriku untuk sekarang
ini, tidak ingin ada orang lain melihat monster di kuil ini.
“t. . tidak. . aku tidak apa
apa” kataku perlahan
“hmm. . kenapa kamu dikurung
di tempat seperti ini?” kata pria itu sambil melihat sekelilingku
“k. . a. .karena. .uh. .”
“hm? Siapa namamu?” tanyanya
“. . .”
“hmm. .okay. . lebih baik
kutanya nenek Yashuu saja. .” kata pria
itu
Karena ketakutan, dengan
cepat aku menjawab pertanyaan itu. .
“Reika. .Yuki. .umh. .Kuze.
.” kataku.
“hm. .kenapa. .seorang Kuze
ada di tempat seperti ini? Dan ayolah, untuk apa menutup diri seperti itu?
Apakah kamu buruk rupa?” katanya sedikit menggodaku
“hmph. . i. .iya aku buruk
rupa. . tuan. .” kataku perlahan
“hm. . tuan? Sini, biar aku
beritahu sesuatu . .sini mendekat” kata pria itu
Tanpa pikir panjang lagi, aku
mendekatkan telingaku ke pinggir jeruji besi itu, namun belum sempat ia
mengatakan sesuatu, ia menarik kain yang kugunakan untuk menutupi wajahku.. aku
menjerit sambil berusaha menutupi wajahku dengan tanganku, namun pria itu
kembali menangkap tanganku dari luar jeruji, sehingga ia dapat melihat wajahku
seutuhnya.
“h. hmph. .” kataku sambil
menundukkan kepalaku
Ia menatapku selama beberapa
detik dan kemudian tersenyum kepadaku.
“tidak terlalu. . buruk rupa.
.” katanya
Aku mencibir sambil kembali
menundukkan kepalaku.
“andaikan saja kalau si buruk
rupa ini tersenyum, mungkin tidak akan seburuk ini. .” katanya sambil tertawa
Pipiku sedikit memerah namun
aku tetap tidak berani mengangkat wajahku yang masih tertutup tato itu.
“baiklah, aku rasa aku harus
pergi sekarang, sebelum orang tuaku kebingungan mencariku. Aku akan kembali
lagi, apabila kamu masih menginginkan
seseorang untuk teman bicara . . sampai nanti. . buruk rupa. .hehe” katanya
“hmph. .b. .baiklah. tuan.
Umm. .” kataku
“Kaname. . Kaname Ototsuki”
katanya sambil tersenyum dan berjalan keluar pondokku
“Ka. . Kaname??” kataku
sambil menatap punggung pria tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar