Rabu, 12 November 2014

the 7th part 4

Chapter 4
-    It is real !!! -

“semua yang aku lihat itu benar. .”
Aku mencoba menjelaskan semua hal yang kualami itu kepada seorang perawat yang sedang membalut lututku.
“nona yuri, mungkin anda membutuhkan istirahat terlebih dahulu, kepala anda cedera lumayan berat, beserta semua luka luka di tubuh anda. Mungkin anda sedang berkhayal lalu terjatuh dari bukit disana” katanya sambil menunjuk sebuah bukit yang tak jauh dari kota.
“huuh. . bagaimanapun juga tidak aka nada yang percaya akan ceritaku.” Kataku sambil mneghela nafas.

*tok* *tok*
Kami berdua memandang pintu kamar itu.
“sepertinya ada yang datang. .” kataku
“se. . sebentar” kata perawat itu sambil dengan cepat menyelesaikan membalut lututku dengan perban.
Aku meraba dahiku yang penuh dengan balutan perban sembari perawatku membukakan pintu itu.
“semua terasa begitu nyata, luka luka ini, sungguh tidak mungkin aku bisa mendapat luka seperti ini di dalam kamarku.” Pikirku sambil meraba dahiku
“selamat pagi. . Yuri Tsukikana”
Suara itu membuatku secara reflex mengangkat tanganku sambil mengucapkan salam kembali. Ternyata dia ialah inspektur dari kepolisian yang pada waktu itu memberikan aku permainan itu. Secara perlahan ia duduk di sebuah kursi yang ada di sebelah kasurku.
“umm. . sus, bolehkah aku meminta waktu sebentar bersama nona Tsukikana disini?” kata pria itu dengan sopan
“uh. . b. .baiklah, apabila kalian membutuhkan sesuatu. . d. disana ada. .”
“iyaaaa. . tombol untuk memanggil perawat. . aku mengerti” kataku memotong pebicaraan perawatku
Perawatku hanya bisa tersenyum sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Aku masih saja memegangi dahiku sambil menutup mataku.
“baiklah. . sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu, pertemuan sebelumnya tampaknya aku belum sempat. . namaku Hiro . .Hiro Yamakawa” katanya sambil tersenyum
“Yuri. . Yuri tsukikana. . “ balasku sambil tetap tidak memandanginya. .
“um. Ehem. . oke, yuri kamu telah berjanji akan melaporkan apapun yang kamu temukan dari permainan itu, lalu apa yang terjadi sampai sampai kamu bisa cedera seperti ini?” tanyanya
“pecuma. . tidak aka nada yang percaya kepadaku. .” kataku kesal
“hm? Memangnya apa yang terjadi?” tanyanya
Aku menghela nafas panjang sambil mengangkat wajahku kepada pria itu. Baru kali ini aku dapat memperhatikan pria itu secara seksama, umurnya mungkin sekitar 27-28 tahun, rambut pendek kecoklatan, ia memakai sebuah kemeja lengkap dengan celana kain dan jaket panjang berwarna coklat.
“hm? Ada apa nona Yuri?”
“eh?? T. tidak. . oke akan aku ceritakan” kataku terkejut karenanya.
Aku menceritakan kembali tentang hilangnya Keanu, pacarku, sampai dengan kejadian yang menimpaku kemarin. Aku dapat melihat inspektur Hiro  menghela nafas panjang sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
“ooo. .kay. . sepertinya banyak hal sudah terjadi hanya dalam satu malam saja. .” katanya sambil memainkan pulpen yang ia pegang.
Aku hanya mengangguk sejenak. Hiro kemudian segera berdiri dan berjalan kea rah jendela.
“jadi. . maksudmu, kamu seperti masuk ke dalam permainan itu? Ma. .maksudku benar benar masuk ke dalam televisi?” katanya
“a. . aku tidak yakin, yang kuingat hanyalah sebuah sinar putih memancar dari layar itu dan poof. . aku terbangun di sebuah hutan belantara yang gelap. “ kataku
“hmm. . bagaimana dengan anak itu?”
“aku tidak tahu siapa dia. . namun dia mengenakan sebuah kemeja kecil dan celana panjang berwarna hitam, mungkin. . . .”
Pembicaraanku terhenti sejenak.
“eh? A. .ada apa?” Tanya hiro dengan wajah kebingungan
“ssstt. . i. .inspektur. . apakah anda memiliki berkas tentang orang orang yang hilang itu?” tanyaku
“i. .iya. . memangnya kenapa?”
“tolong aku mohon, bisakah kamu membawanya kemari? Mungkin saja ada koneksi antara korban yang hilang dengan kemunculan anak itu. .”
Aku mencurigai penampilan anak itu tidaklah sepantasnya berada di lingkungan pada tahun atau zaman dari game itu.  Inspektur hiro tanpa bertanya lagi segera menelpon asistennya di kantor pusat untuk membawakan berkas itu.
“Keanu. . kmu dimana?” kataku perlahan
Airmataku jatuh seketika, aku menutup wajahku dengan tanganku sambil mulai menangis. Hiro hanya dapat memandangiku, tidak dapat berkata apa apa sembari ia kembali duduk di dekatku. Ia meletakkan tangannya pada kakiku.
“nona yuri. . apapun yang terjadi, kita pasti dapat membongkar kasus ini semua. .” katanya mencoba menghiburku.
“i. . iya. .ma. .maaf . .hiks. .aku hanya memikirkan anak itu tewas mengenaskan di dalam permainan itu. .ba. . bagaimana dengan Keanu? A . aku. .hiks. .” kataku sambil kembali menangis.
Hiro meletakkan tangannya pada pundakku sambil merabanya, mencoba untuk menenangkanku.
Tak lama kemudian, seorang polisi datang mengetuk pintu kamarku dan langsung memberikan sebuah file yang lumayan besar yang penuh dengan kertas kertas di dalamnya. Hiro berjalan kembali ke kasurku sambil membuka buka dile tersebut.
“yeah. . ini dia. . berkas dari 14 korban yang hilang pada kasus itu. .”
Aku menghapu air mataku dengan cepat dan mengangkat file itu. Muncul beberapa nama tak kukenal, sampai akhirnya aku berhenti sesaat. . foto Keanu terpampang disana lengkap beserta biodatanya.
“. . Yuri. .” kata hiro sambil menjulurkan tangannya ke pundakku
“. . . .”
Aku membalik halaman buku itu lagi, dan aku terdiam lagi ketika melihat sebuah halaman dengan sebuah foto seorang anak kecil.
“hi. . hiro. . a . aku menemukan anak itu. .” kataku sambil menunjuk foto itu
Hiro segera melihat file itu di sebelahku.
“Hisoka. . togu. . 11 tahun. .apakah kamu yakin?” tanyanya
Aku menggangguk sedikit sambil terus membaca biodata dan berita hilangnya anak itu.
“hmm. . kamu yakin yuri? Semuanya masih sangat susah untuk dipercaya dengan akal sehat. .” kata Hiro
Aku menutup mataku sambil menggerutu, kesal dengan semua hal yang terjadi padaku sama sekali tidak ditanggapi.
“bermain. . sendirian. .pada malam hari. .hm. . hal ini yang membuatku sedikit tertarik. .” kata hiro
Aku tidak menghiraukan perkataanya sambil terus membaca file file tentang anak itu.  Menemukan data dari orangtuanya, beserta alamat rumah dari anak itu.
“hi. .hiro. . apakah anda pernah mengecek rumah dari anak ini?” tanyaku
“hm? Saat itu kami telah melakukan pemeriksaan ke rumah hisoka. .namun sama seperti korban lainnya, semuanya nihil, tidak ada tanda perlawanan, ataupun bercak darah.” Katanya sambil mencatat alamat rumah itu
“kita harus kesana lagi. . “ kataku
“hm? Oke. . aku akan mengecek rumah itu lagi, akan kucari tahu tentang hisoka dan permainannya. “ kata Hiro
“ti. .tidak. .aku akan ikut kesana. .”
“tapi kamu masih terluka seperti ini yuri. . “ kata hiro
“inspektur. . aku sudah berjanji akan mencari tahu kemana Keanu dan bersedia untuk melaporkan semuanya kepadamu, secara tidak langsung, aku telah masuk dalam tim investigasi ini.” Kataku sambil memaksa
“a. .apa yang harus kulakukan? Selain hal  itu? Aku tidak dapat membahayakan orang lain saat menjalankan kasus ini.”
Aku menggelengkan kepalaku. .
“ijinkan aku masuk ke dalam tim investigasimu. .” kataku
“tidak bisa. . .yuri. .”
Aku menundukkan kepalaku sambil mulai menangis lagi. .
“ugh. . yuri ayolah. . kamu tahu sendiri aku tidak bisa membiarkan orang terluka demu tugasku. .” kata hiro kebingungan.
“hiks. .dengan ini. .aku . .hiks. .tidak akan dapat menyelamatkan Keanu. .” kataku sambil menangis. .
“uh. . aargh. . baiklah aku mengijinkanmu. .” kata hiro sambil menggaruk kepala belakangnya.
“OKE!! Kita pergi” kataku sambil mengangkat kepalaku dan tertawa kepadanya.
“a. .pa. . kmu . . bohong. .huh??” kata hiro
“sudahlah ayo cepat!! Bantu aku untuk berjalan” kataku menghiraukan perkataannya

Pada akhirnya dokter mengijinkanku untuk pulang atas ijin dalam kasus investigasi bersama pihak kepolisian. Dengan cepat kami berdua menuju alamt yang tertera pada file itu.
*ting tong*
Selama beberapa menit kami menunggu di depan sebuah rumah yang terlihat cukup tua namun rapi. Akhirnya seorang wanita datang untuk membukakan pintu.
“selamat siang. .a. .ada yang bisa saya bantu?” kata wanita itu
“selamat sang nona togu. . kami dari kepolisian. . ingin menindak lanjuti atas kasus hilangnya anak nyonya” kata hiro
“hilangnya. . hisoka. .”
Wanita itu langsung terlihat murung namun ia mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam.
Kami berbincang bincang di ruangan tengah sambil bertanya Tanya kepada wanita itu.
“nyonya togu. . beberapa hari sebelum anak anda, hisoka menghilang. . apakah dia pernah meminta atau pada kasus ini, membeli sebuah kaset game atau semacamnya?” tanyaku
“hisoka. . saat itu kami pernah mampir di sebuah department store. . aku memang berencana untuk membelikan dia sebuah game konsol yang sedang popular saat itu. . karena ia . . hiks. .berulang. .uh. . maafkan aku” kata wanita itu sambil menghapus air mata yang jatuh ke pipinya
“ka. .kami. .mengerti nyonya. . kami sangat turut berduka atas hilangnya hisoka. . tapi . . apakah saat itu anda membelikan sebuah kaset game seperti ini?” kata hiro sambil mengeluarkan CD the 7th itu dan meletakkan di atas meja
“uh. .hiks. .a . aku tidak mengingatnya. . sudah lama sekali. . m. mungkin kalian ingin memeriksa di kamarnya?” kata wanita itu
Kami berdua mengangguk dan nyonya togu pun membimbing kami untuk naik ke lantai 2, dimana merupakan ruangan tidur dari hisoka.
“ma . . maafkan aku ruangannya agak kotor. . aku terkadang tidak dapat membersihkan tanpa teringat akan dirinya. .jadi”
“ti. .tidak apa apa nyonya togu. .terima kasih. .” potongku
Kami berdua sampai di kamar hisoka, kamar itu tertata rapi namun sedikit penuh dengan debu dan sarang serangga.  Kami segera mengecek tumpukkan kaset game milik hisoka. Tidak dihiraukan lagi, kami memang menemukan sebuah DVD game berjudul 7th disana. Aku memandangi hiro beberapa detik sambil mengangkat DVD game itu.
“lalu?” Tanya hiro
“aku bertemu dengan hisoka pada hutan pertama, level pertama dari game itu. . aku akan mencoba mengecek kartu memori dari konsol gamenya yang rusak untuk mengecek apabila hisoka benar benar sampai level itu saja sebelum ia menghilang” kataku berbisik pada hiro, tidak ingin ibu hisoka akan ketakutan apabila mengetahuinya.
“wow. . . sangat pintar. .” kata hiro sambil tertawa kecil
“berisik. .cepat ambil kartu memorinya. .” kataku kesal
“umm. .apa yang kalian berdua bicarakan?” Tanya nyonya togu
“ti . .tidak apa apa. . hanya berdiskusi saja. .” kataku sambil berdiri dan membersihkan lututku yang terkena debu dari lantai.
Kami dengan cepat menyelesaikan urusan kami di rumah hisoka dan kembali ke rumahku.
“aku akan mencoba mengecek tentang kartu memori dari para korban lainnya, akan kutelefon apabila sudah mendapatkan semua infonya, kamu bisa ambil milik hisoka ini” kata hiro dari dalam mobil
“oke. . aku akan mengecek milik hisoka ini. .” kataku
Malam itu sungguh terasa sangat mengesankan.
“Semua rahasia dari permainan itu nampaknya akan terungkap . .” pikirku

“last save/ Level 1/Retries 7 times/ 14122011”
Aku terdiam sejenak, memandangi tulisan yang tertera di data kartu memori milik hisoka itu. Memang benar hisoka tidak menyelesaikan level pertamanya sebelum pada akhirnya ia menghilang.
Aku kembali teringat akan bagaimana hisoka meninggal di dalam game itu sambil menundukkan kepalaku.
“anak itu. . lalu ke 13 orang lainnya. . semua terjebak di dalam game ini. . karena apa?” pikirku
Setelah memberikan kabar tentang kebenaran itu kepada inspektur hiro, aku merebahkan tubuhku di sofa sambil memandangi layar televisiku yang menyala.
“Keanu. . apakah kamu juga terjebak seperti anak itu?”
*BZZT*
Aku dikagetkan oleh suara aneh dari televisiku. Dengan cepat aku bangun dari sofa dan memandangi layar itu. Mataku terbuka lebar. . mulutku sedikit terbuka, tanpa bisa berkata apa apa.
“2nd Gate. . apakah kamu siap. . yuri?”
Tulisan itu muncul di layarku sebelum pada akhirnya sebuah cahaya putih yang menyilaukan kembali muncul memenuhi kamarku.
“AAaaarghhh. . t. .tidaaaakkk!!!” teriakku

To be continued
Part 5
“the twin, the knives, and the ceremony”


Tidak ada komentar: