Chapter 4
-
It is real !!! -
“semua yang aku lihat itu benar. .”
Aku mencoba menjelaskan semua hal yang kualami itu kepada
seorang perawat yang sedang membalut lututku.
“nona yuri, mungkin anda membutuhkan istirahat terlebih
dahulu, kepala anda cedera lumayan berat, beserta semua luka luka di tubuh
anda. Mungkin anda sedang berkhayal lalu terjatuh dari bukit disana” katanya
sambil menunjuk sebuah bukit yang tak jauh dari kota.
“huuh. . bagaimanapun juga tidak aka nada yang percaya akan
ceritaku.” Kataku sambil mneghela nafas.
*tok* *tok*
Kami berdua memandang pintu kamar itu.
“sepertinya ada yang datang. .” kataku
“se. . sebentar” kata perawat itu sambil dengan cepat
menyelesaikan membalut lututku dengan perban.
Aku meraba dahiku yang penuh dengan balutan perban sembari
perawatku membukakan pintu itu.
“semua terasa begitu nyata, luka luka ini, sungguh tidak
mungkin aku bisa mendapat luka seperti ini di dalam kamarku.” Pikirku sambil
meraba dahiku
“selamat pagi. . Yuri Tsukikana”
Suara itu membuatku secara reflex mengangkat tanganku sambil
mengucapkan salam kembali. Ternyata dia ialah inspektur dari kepolisian yang
pada waktu itu memberikan aku permainan itu. Secara perlahan ia duduk di sebuah
kursi yang ada di sebelah kasurku.
“umm. . sus, bolehkah aku meminta waktu sebentar bersama
nona Tsukikana disini?” kata pria itu dengan sopan
“uh. . b. .baiklah, apabila kalian membutuhkan sesuatu. . d.
disana ada. .”
“iyaaaa. . tombol untuk memanggil perawat. . aku mengerti”
kataku memotong pebicaraan perawatku
Perawatku hanya bisa tersenyum sambil melangkahkan kakinya
menuju pintu keluar. Aku masih saja memegangi dahiku sambil menutup mataku.
“baiklah. . sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku
terlebih dahulu, pertemuan sebelumnya tampaknya aku belum sempat. . namaku Hiro
. .Hiro Yamakawa” katanya sambil tersenyum
“Yuri. . Yuri tsukikana. . “ balasku sambil tetap tidak
memandanginya. .
“um. Ehem. . oke, yuri kamu telah berjanji akan melaporkan
apapun yang kamu temukan dari permainan itu, lalu apa yang terjadi sampai
sampai kamu bisa cedera seperti ini?” tanyanya
“pecuma. . tidak aka nada yang percaya kepadaku. .” kataku
kesal
“hm? Memangnya apa yang terjadi?” tanyanya
Aku menghela nafas panjang sambil mengangkat wajahku kepada
pria itu. Baru kali ini aku dapat memperhatikan pria itu secara seksama,
umurnya mungkin sekitar 27-28 tahun, rambut pendek kecoklatan, ia memakai
sebuah kemeja lengkap dengan celana kain dan jaket panjang berwarna coklat.
“hm? Ada apa nona Yuri?”
“eh?? T. tidak. . oke akan aku ceritakan” kataku terkejut
karenanya.
Aku menceritakan kembali tentang hilangnya Keanu, pacarku,
sampai dengan kejadian yang menimpaku kemarin. Aku dapat melihat inspektur
Hiro menghela nafas panjang sambil
menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
“ooo. .kay. . sepertinya banyak hal sudah terjadi hanya
dalam satu malam saja. .” katanya sambil memainkan pulpen yang ia pegang.
Aku hanya mengangguk sejenak. Hiro kemudian segera berdiri
dan berjalan kea rah jendela.
“jadi. . maksudmu, kamu seperti masuk ke dalam permainan
itu? Ma. .maksudku benar benar masuk ke dalam televisi?” katanya
“a. . aku tidak yakin, yang kuingat hanyalah sebuah sinar
putih memancar dari layar itu dan poof. . aku terbangun di sebuah hutan
belantara yang gelap. “ kataku
“hmm. . bagaimana dengan anak itu?”
“aku tidak tahu siapa dia. . namun dia mengenakan sebuah
kemeja kecil dan celana panjang berwarna hitam, mungkin. . . .”
Pembicaraanku terhenti sejenak.
“eh? A. .ada apa?” Tanya hiro dengan wajah kebingungan
“ssstt. . i. .inspektur. . apakah anda memiliki berkas
tentang orang orang yang hilang itu?” tanyaku
“i. .iya. . memangnya kenapa?”
“tolong aku mohon, bisakah kamu membawanya kemari? Mungkin
saja ada koneksi antara korban yang hilang dengan kemunculan anak itu. .”
Aku mencurigai penampilan anak itu tidaklah sepantasnya
berada di lingkungan pada tahun atau zaman dari game itu. Inspektur hiro tanpa bertanya lagi segera
menelpon asistennya di kantor pusat untuk membawakan berkas itu.
“Keanu. . kmu dimana?” kataku perlahan
Airmataku jatuh seketika, aku menutup wajahku dengan
tanganku sambil mulai menangis. Hiro hanya dapat memandangiku, tidak dapat
berkata apa apa sembari ia kembali duduk di dekatku. Ia meletakkan tangannya
pada kakiku.
“nona yuri. . apapun yang terjadi, kita pasti dapat
membongkar kasus ini semua. .” katanya mencoba menghiburku.
“i. . iya. .ma. .maaf . .hiks. .aku hanya memikirkan anak
itu tewas mengenaskan di dalam permainan itu. .ba. . bagaimana dengan Keanu? A
. aku. .hiks. .” kataku sambil kembali menangis.
Hiro meletakkan tangannya pada pundakku sambil merabanya,
mencoba untuk menenangkanku.
Tak lama kemudian, seorang polisi datang mengetuk pintu
kamarku dan langsung memberikan sebuah file yang lumayan besar yang penuh
dengan kertas kertas di dalamnya. Hiro berjalan kembali ke kasurku sambil
membuka buka dile tersebut.
“yeah. . ini dia. . berkas dari 14 korban yang hilang pada
kasus itu. .”
Aku menghapu air mataku dengan cepat dan mengangkat file
itu. Muncul beberapa nama tak kukenal, sampai akhirnya aku berhenti sesaat. .
foto Keanu terpampang disana lengkap beserta biodatanya.
“. . Yuri. .” kata hiro sambil menjulurkan tangannya ke
pundakku
“. . . .”
Aku membalik halaman buku itu lagi, dan aku terdiam lagi
ketika melihat sebuah halaman dengan sebuah foto seorang anak kecil.
“hi. . hiro. . a . aku menemukan anak itu. .” kataku sambil
menunjuk foto itu
Hiro segera melihat file itu di sebelahku.
“Hisoka. . togu. . 11 tahun. .apakah kamu yakin?” tanyanya
Aku menggangguk sedikit sambil terus membaca biodata dan
berita hilangnya anak itu.
“hmm. . kamu yakin yuri? Semuanya masih sangat susah untuk
dipercaya dengan akal sehat. .” kata Hiro
Aku menutup mataku sambil menggerutu, kesal dengan semua hal
yang terjadi padaku sama sekali tidak ditanggapi.
“bermain. . sendirian. .pada malam hari. .hm. . hal ini yang
membuatku sedikit tertarik. .” kata hiro
Aku tidak menghiraukan perkataanya sambil terus membaca file
file tentang anak itu. Menemukan data
dari orangtuanya, beserta alamat rumah dari anak itu.
“hi. .hiro. . apakah anda pernah mengecek rumah dari anak
ini?” tanyaku
“hm? Saat itu kami telah melakukan pemeriksaan ke rumah
hisoka. .namun sama seperti korban lainnya, semuanya nihil, tidak ada tanda
perlawanan, ataupun bercak darah.” Katanya sambil mencatat alamat rumah itu
“kita harus kesana lagi. . “ kataku
“hm? Oke. . aku akan mengecek rumah itu lagi, akan kucari
tahu tentang hisoka dan permainannya. “ kata Hiro
“ti. .tidak. .aku akan ikut kesana. .”
“tapi kamu masih terluka seperti ini yuri. . “ kata hiro
“inspektur. . aku sudah berjanji akan mencari tahu kemana
Keanu dan bersedia untuk melaporkan semuanya kepadamu, secara tidak langsung,
aku telah masuk dalam tim investigasi ini.” Kataku sambil memaksa
“a. .apa yang harus kulakukan? Selain hal itu? Aku tidak dapat membahayakan orang lain
saat menjalankan kasus ini.”
Aku menggelengkan kepalaku. .
“ijinkan aku masuk ke dalam tim investigasimu. .” kataku
“tidak bisa. . .yuri. .”
Aku menundukkan kepalaku sambil mulai menangis lagi. .
“ugh. . yuri ayolah. . kamu tahu sendiri aku tidak bisa
membiarkan orang terluka demu tugasku. .” kata hiro kebingungan.
“hiks. .dengan ini. .aku . .hiks. .tidak akan dapat
menyelamatkan Keanu. .” kataku sambil menangis. .
“uh. . aargh. . baiklah aku mengijinkanmu. .” kata hiro
sambil menggaruk kepala belakangnya.
“OKE!! Kita pergi” kataku sambil mengangkat kepalaku dan
tertawa kepadanya.
“a. .pa. . kmu . . bohong. .huh??” kata hiro
“sudahlah ayo cepat!! Bantu aku untuk berjalan” kataku
menghiraukan perkataannya
Pada akhirnya dokter mengijinkanku untuk pulang atas ijin
dalam kasus investigasi bersama pihak kepolisian. Dengan cepat kami berdua
menuju alamt yang tertera pada file itu.
*ting tong*
Selama beberapa menit kami menunggu di depan sebuah rumah
yang terlihat cukup tua namun rapi. Akhirnya seorang wanita datang untuk
membukakan pintu.
“selamat siang. .a. .ada yang bisa saya bantu?” kata wanita
itu
“selamat sang nona togu. . kami dari kepolisian. . ingin
menindak lanjuti atas kasus hilangnya anak nyonya” kata hiro
“hilangnya. . hisoka. .”
Wanita itu langsung terlihat murung namun ia mempersilahkan
kami untuk masuk ke dalam.
Kami berbincang bincang di ruangan tengah sambil bertanya
Tanya kepada wanita itu.
“nyonya togu. . beberapa hari sebelum anak anda, hisoka
menghilang. . apakah dia pernah meminta atau pada kasus ini, membeli sebuah
kaset game atau semacamnya?” tanyaku
“hisoka. . saat itu kami pernah mampir di sebuah department
store. . aku memang berencana untuk membelikan dia sebuah game konsol yang
sedang popular saat itu. . karena ia . . hiks. .berulang. .uh. . maafkan aku”
kata wanita itu sambil menghapus air mata yang jatuh ke pipinya
“ka. .kami. .mengerti nyonya. . kami sangat turut berduka
atas hilangnya hisoka. . tapi . . apakah saat itu anda membelikan sebuah kaset
game seperti ini?” kata hiro sambil mengeluarkan CD the 7th itu dan
meletakkan di atas meja
“uh. .hiks. .a . aku tidak mengingatnya. . sudah lama
sekali. . m. mungkin kalian ingin memeriksa di kamarnya?” kata wanita itu
Kami berdua mengangguk dan nyonya togu pun membimbing kami
untuk naik ke lantai 2, dimana merupakan ruangan tidur dari hisoka.
“ma . . maafkan aku ruangannya agak kotor. . aku terkadang
tidak dapat membersihkan tanpa teringat akan dirinya. .jadi”
“ti. .tidak apa apa nyonya togu. .terima kasih. .” potongku
Kami berdua sampai di kamar hisoka, kamar itu tertata rapi
namun sedikit penuh dengan debu dan sarang serangga. Kami segera mengecek tumpukkan kaset game
milik hisoka. Tidak dihiraukan lagi, kami memang menemukan sebuah DVD game
berjudul 7th disana. Aku memandangi hiro beberapa detik sambil
mengangkat DVD game itu.
“lalu?” Tanya hiro
“aku bertemu dengan hisoka pada hutan pertama, level pertama
dari game itu. . aku akan mencoba mengecek kartu memori dari konsol gamenya
yang rusak untuk mengecek apabila hisoka benar benar sampai level itu saja
sebelum ia menghilang” kataku berbisik pada hiro, tidak ingin ibu hisoka akan
ketakutan apabila mengetahuinya.
“wow. . . sangat pintar. .” kata hiro sambil tertawa kecil
“berisik. .cepat ambil kartu memorinya. .” kataku kesal
“umm. .apa yang kalian berdua bicarakan?” Tanya nyonya togu
“ti . .tidak apa apa. . hanya berdiskusi saja. .” kataku
sambil berdiri dan membersihkan lututku yang terkena debu dari lantai.
Kami dengan cepat menyelesaikan urusan kami di rumah hisoka
dan kembali ke rumahku.
“aku akan mencoba mengecek tentang kartu memori dari para
korban lainnya, akan kutelefon apabila sudah mendapatkan semua infonya, kamu
bisa ambil milik hisoka ini” kata hiro dari dalam mobil
“oke. . aku akan mengecek milik hisoka ini. .” kataku
Malam itu sungguh terasa sangat mengesankan.
“Semua rahasia dari permainan itu nampaknya akan terungkap .
.” pikirku
“last save/ Level 1/Retries 7 times/ 14122011”
Aku terdiam sejenak, memandangi tulisan yang tertera di data
kartu memori milik hisoka itu. Memang benar hisoka tidak menyelesaikan level
pertamanya sebelum pada akhirnya ia menghilang.
Aku kembali teringat akan bagaimana hisoka meninggal di
dalam game itu sambil menundukkan kepalaku.
“anak itu. . lalu ke 13 orang lainnya. . semua terjebak di
dalam game ini. . karena apa?” pikirku
Setelah memberikan kabar tentang kebenaran itu kepada
inspektur hiro, aku merebahkan tubuhku di sofa sambil memandangi layar
televisiku yang menyala.
“Keanu. . apakah kamu juga terjebak seperti anak itu?”
*BZZT*
Aku dikagetkan oleh suara aneh dari televisiku. Dengan cepat
aku bangun dari sofa dan memandangi layar itu. Mataku terbuka lebar. . mulutku
sedikit terbuka, tanpa bisa berkata apa apa.
“2nd Gate. . apakah kamu siap. . yuri?”
Tulisan itu muncul di layarku sebelum pada akhirnya sebuah
cahaya putih yang menyilaukan kembali muncul memenuhi kamarku.
“AAaaarghhh. . t. .tidaaaakkk!!!” teriakku
To be continued
Part 5
“the twin, the knives, and the ceremony”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar