Kamis, 24 Juli 2014

the call of tattoos final part

-The Other Side –

“haah. . hah. .”
Aku terbangun dan tepat ada di kolam air dangkal dengan rumah batu, dimana reika di seret masuk kedalam oleh para pendeta untuk menyelesaikan ritualnya.

“R..Reika… Reika san “ kataku

Aku terus berteriak mencari reika, tapi tidak ada suara sama sekali di sini. Aku berjalan masuk kedalam rumah batu itu mencari reika ternyata tempat itu masih sama dengan kejadian ritual reika tidak ada yang berubah sama sekali

*cring* *cring*

Ruangan rumah batu itu kini berubah menjadi seperti zaman dahulu, aku terdiam di jalan masuk tempat itu sambil terus mencari reika.
“apakah aku masuk lagi ke masalalu reika “ pikirku
Sambil terus berjalan masuk kedalam, Tiba tiba di depanku ada seorang laki – laki berkimono gelap membawa lentera biru.

“siapa laki laki itu “ kataku

Selasa, 22 Juli 2014

the call of the tattoos part 21

-The Mirror Of Loss-

Tak kusangka. . 3 tahun sudah dari kepergian Kaname. . hari demi hari terlewati, rasa sakit dari persebaran tatoku, sudah sampai tak bisa kurasakan lagi. Kugenggam anting pemberian darinya sambil terus menyebutkan namanya sebelum aku tertidur pulas, dengan harapan aku akan dapat melihatnya, . .meskipun hanya di dalam mimpi saja.

*knock*
“reika san?”
“. . .”
“reika san.. sudah waktunya..”

Begitulah kata pertama yang kudengar dari Amane. Dia muncul lengkap dengan kimono pendetanya, dan perlengkapannya.

“hh. . aku sudah siap. . Amane. .” kataku perlahan

Sinar matahari pagi itu langsung menyengat kulitku yang telah sekian lama tidak mendapatkan sinar matahari. Aku menutupi wajahku yang sudah terpenuhi oleh tato. Amane memegangi lenganku ditemani dengan 2 orang pendeta lainnya yang juga membantu mengangkat tubuhku yang semakin lama semakin melemah akibat kutukan tato tersebut.

Kami berjalan memasuki Kuil utama, dan pada akhirnya berujung di sebuah ruangan dimana aku dapat melihat lambang kebesaran keluarga Kuze di dindingnya.

Minggu, 20 Juli 2014

the call of the tattoos part 20

-Echo Earrings. . -

Hari demi hari, kaname selalu datang ke pondokku, terkadang bersama Amane. namun tidak sedikitpun Kaname menyadari bahwa Amane ialah adik perempuannya. Kaname ialah seorang penjelajah, ia menceritakan hampir seluruh perjalanannya kepadaku dan amane. Hingga pada suatu malam. .
“reika san. . “ kata amane
“hm? Ada apa amane?” tanyaku sambil merapikan rambut panjangku
“Kakak tidak dapat berhenti memperhatikanmu semenjak tato itu menghilang lagi dari wajahmu. .” katanya sambil tertawa
Seketika pipiku memerah dan mataku agak terbelalak.
“a. .amaneee. . t. .tidak mungkin tuan Kaname begitu . .” kataku
“lalu kenapa wajahmu memerah begitu?” katanya sambil merapikan peralatan makanku.
“hnnng. .t. tidak. .tidak. .” kataku sambil menutupi wajahku. .
IYA. . aku menyukai Kaname. . semenjak awal kita bertemu, aku tidak menyangka kalau pria itu adalah kaname. Aku terus menerus memikirkan kejadian pertemuan pertama kami berdua, tentang bagaimana ia menyapaku, bagaimana ia bercerita tentang apa saja kepadaku.
“reika. . reika?. . .Reika!!”
“u. uh. .huh? a. amane. .ya?” kataku
“pfft. . sudah kuduga, kamu menyukai kakakku. .aku pergi dulu ya, sampai bertemu esok hari. . buruk rupa. .” kata amane sambil tertawa puas menggodaku

the call of the tattoos part 19

-Kaname . . Ototsuki -

Disinilah aku berada sekarang. . terjebak di dalam tubuh reika, terjebak di dalam sebuah kandang kecil, dan bahkan terjebak di dalam rumah Kuil keluarga Kuze ini. .
Yashuu memerintahkan para pendeta untuk mengurungku, agar aku tidak melarikan diri dari kuil tersebut. . lagipula. .aku akan lari kemana? Seluruh rumah dan desaku telah hancur, semua orang yang kukenal telah meninggal. .
*knock* *knock*
“reika san?”
Suara yang setiap hari kudengar, dan mungkin hanya suara itulah yang akan selalu kuingat dalam hari hariku.
“i. .iya. . silahkan masuk amane” kataku
Gadis kecil itu adalah amane, salah satu gadis pendeta yang mengenakan kimono putih-merah. Amane merupakan anak dari nona kyouka, dan ia ditugaskan untuk menjagaku dan menemaniku di saat aku jenuh. Meskipun tidak seberapa, tapi aku menikmati apabila amane datang kepadaku. Gadis ini sama sekali tidak pernah keluar dari kuil, karena master Yashuu ialah orang yang tegas dank eras akan aturan. Jadi Amane selalu bertanya Tanya kepadaku, seperti apa dunia luar itu. . .
Kami bercerita tentang apapun, mulai dari keluarga, kebiasaan, hobi, semuanya. Amane juga menceritakan tentang bagaimana hidupnya di kuil Kuze, ia sangat disayang oleh ibunya, Kyouka. .

the call of the tattoos part 18

-To Be A KUZE-

“apa ini?” kataku sambil secara perlahan mengambil benda di tengah bercak. . tubuh kei. .
“anting?” pikirku
Aku berpikir pasti semua kertas kertas yang ada di dekat kei ini berguna dan mungkin dapat membantuku memberitahu apa yang terjadi pada kei. Aku membaca semua tentang ritual tersebut, tentang bagaimana cara melengkapi ritual reika yang gagal.
“paku. . reika membutuhkan satu paku lagi. .” kataku perlahan.
“ti. . dak. .”

Aku tersentak, sebuah suara seperti anak kecil muncul di pikiranku. Aku mencoba mencari dari mana sumber suara itu berasal, namun belum sempat aku memalingkan muka, aku melihat pendeta kecil itu lagi. Kali ini berdiri didepanku.
“ohayou. . gozaimasu (selamat pagi). . reika san” katanya
“s. selamat pagi. . “ kataku perlahan
Anak kecil itu adalah amane, pendeta kecil dengan rambut yang terikat pigtail 2 di belakangnya. Amane menunjukkan jarinya ke buku yuu.
“ritual. . reika san. . gagal. . bukan karena itu” katanya
Aku memandangi amane dengan wajah yang kebingungan.
“t. . tolong beritahu aku. . tolong. .aku ingin menghentikan kegilaan reika,  sebelum ada korban lagi yang terjatuh” kataku
“reika. . san. . tidak bersalah. .” kata amane sambil menundukkan kepalanya
“huh? A. .apa katamu? Dia sudah memberikanku tato itu. . Yuu. . lalu miku. .dan kei. .” kataku pada amane
“ti. .dak. . reika san. . ingin kamu membantunya. .” kata amane sambil menggelengkan kepalanya.
“b. bantu?” tanyaku
“semua itu. . akibat master yashuu. .hiks. .” kata amane sambil mulai meneteskan air mata.
“y. .yashuu katamu?”
“r. rei san. . sudah waktunya. . master yashuu memerintahkanku untuk menjemputmu. .” kata amane
“w. waktu? Waktu apa?”
Belum sempat amane menjawab pertanyaanku, dia sudah menggenggam tanganku.

the call of the tattoos part 17

-The Spike. . the Priestess. .The Ritual-

“Kei,, kamu lihat miku setelah kejadian mimpi semalam dia tidak bangun lagi “  kataku
“mungkinkah, miku mengalami hal yang sama dengan mio rei “ kata kei
“mio?? Sepupu mu yang tiba tiba koma itu? “ kataku
“iya rei, mio tiba tiba koma setelah dia menghilang di mimpi itu “ kata kei

Aku terdiam mendengar kata kata kei, apakah mungkin yang di katakan kei itu benar .

“rei .. “ kata kei
“melihat kondisi miku sekarang , bagaimana kalo aku tinggal sementara di sini” tambah kei
“tinggal di sini ? “ Tanyaku
“iya, rei bagaimana? “ Tanya kei
“…”
“tidak bisa ya ? “ katanya lagi
“ bukan itu kei, tapi bagaimana dengan tulisanmu dan mio “ kataku
“masalah itu aku bisa mengerjakannya disini , kalo mio aku bisa menjenguknya kapanpun rei “ kata kei
“baiklah, jika kamu memutuskan itu kamu bisa memakai kamar yuu “ kataku
“terima kasih rei “ kata kei sambil pergi ke kamar yuu

the call of the tattoos part 16

-Brother. . . don’t Go. . .-

“rei. . apakah kita semua akan mati??” Tanya miku yang memandangi gelas berisikan air di depannya.

“miku. . .” kataku sambal menghela nafas panjang dan merangkulnya dari samping. .

“kau tahu. . aku juga sangat merindukan Yuu. . begitu pula Kei yang merindukan mio. .dan. . hmph. .mayu. .” kataku sambil menunduk

“a. .apakah benar. . mio terselamatkan?” Tanya miku. .

“aku. .aku tidak tahu miku. . namun. .  siapapun yang sudah meninggal. . akan tetap. . meninggal. .” kataku sambil mengelus rambut miku

“hiks. . mafuyu. . “ kata miku sambil kembali terisak dan memeluk tubuhku. .

“miku. . kamu harus beristirahat. . ini sudah sangat larut” kataku sambil mengangkat wajah miku

“t..tapi. . aku takut. . aku akan memimpikan mafuyu kembali. .” kata miku

“hmph. . hey. . kamu tahu, aku pergi ke mimpi yang sama dengan kei. . dan kami berhasil menyelamatkan mio dari kutukan di desa itu. . aku yakin apabila kita bertemu di rumah mimpi itu. . aku akan membantumu menyelamatkan mafuyu juga. .” kataku sambil menepuk pipi miku sambil tersenyum.

“. . .”

Miku mencoba menghapus air matanya dan tersenyum kembali kepadaku. Malam itu aku memutuskan untuk menuliskan tentang apa yang terjadi selama ini di catatan pribadiku, lengkap dengan barang barang hasil temuanku yang terbawa ke dunia nyata.

Aku mengangkat baling baling kayu milik kozue yang terbawa olehku. .

“haah. .  Reika. . sebenarnya apa yang ingin kamu tunjukkan kepadaku?” pikirku sambil memutar baling baling itu di tanganku. .

“  . . . K. kak reika. . kak reikaa???”

*cring* *cring*

“hah? . .a. apa?” kataku sambil membalikkan tubuhku. .

Aku melihat kozue yang tersenyum sambil menyodorkan tangannya, ingin meminta baling balingkayu itu kembali. Seluruh ruangan itu telah kembali menjadi sosok rumah tua itu.

“. . kak reika??” Tanya kozue sambil memiringkan kepalanya
“eh? i.  . iya kozue. .ini. .” kataku sambil memberikan baling baling itu.

“hihi terima kasih kak!” katanya

Kozue dengan segera berlari menjauhiku dan menghilang di kegelapan.

“haah. . tak kusangka aku seperti sedikit merindukan tempat ini. .” kataku sambil memegang kepalaku

Tanpa kusadari, aku telah menggenggam sebuah benda di tangan kiriku.

“ah. .lentera reika. .” pikirku sambil mengangkat lentera itu

the call of the tattoos part 15

-Akito …. Is that you-

*cring* *cring*
Suara lonceng itu kembali terdengar, aku dan Kei terbangun di kamar Yuu. Aku melihat Kei yang masih terus menangis.
“sudah , Kei jangan bersedih “ kataku
“t.tapi Mayu Rei Mayu” kata Kei
“iya aku tau. . aku tau. . “ kataku
“tapi kamu tenang saja sekarang Mayu sudah bergabung di tubuh Mio bukan “ tambahku
“t..tapi Rei….”
Belum sempat Kei melanjutkan pembicaraannya tiba tiba terdengar suara teriakan dari ruang tv
“aAAAAh “
“Kei i..itu suara miku “
Aku dan Kei bergegas keluar dari kamar yuu dan menghampiri miku, saat menghampiri miku aku melihat wajah miku yang pucat dan Keringat bercucuran di tubuhnya.
“miku.. miku “ kataku
Miku membuka matanya.
“ka.kaka….” katanya
“mafuyu ada apa dengan mafuyu “ Tanya Kei
Sambil membenarkan nafasnya miku bercerita tentang mimpi yang di alaminya
“t..tadi .. tadi aku bermimpi ada di sebuah lorong panjang dan gelap tidak ada cahaya sedikitpun “ kata miku
“lalu.. lalu “ kataku
“tiba tiba aku meliahat kaka, iya kaka berjalan di lorong itu. Aku terus menerus memangilnya tapi dia tidak menghiraukanku. Aku terus mengejar kaka dan lama lama kaka berlari sangat cepat di lorong itu lalu menghilang dan aku terbangun” kata miku

“lalu apa yang membuat yuu, mafuyu, dan Mio ada di tempat itu , dan kenapa kita harus berada disana” kataku

“itu semua karena … biar ku jelaskan nanti , aku harus segera ke tempat Mio “ kata Kei

Setelah berbincang masalah yuu , mafuyu, dan Mio  Kei langsung berpamitan pulang, dia bilang dia harus menjenguk Mio di rumah sakit, dia sangat khawatir pada Mio.
Ketika sampai dirumah sakit tempat Mio berada Kei kembali meneteskan air matanya dan teringat kembali ritual yang dia lihat pada Mayu.

“apa mungkin sekarang Mayu ada di dalam tubuh Mio .. atau dia masih terperangkap di desa itu “ katanya

Semakin lama dia berada didekat Mio dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus berjatuhan. Langit sudah mulai gelap Kei memutuskan untuk kembali kerumahnya.

Sesampainya Kei dirumah, dia langsung bergegas kekamar melanjutkan tulisannya tentang mimpi mimpi yang dia alami dengan Rei, termasuk juga mimpi miku tentang mafuya.

Rintik hujan mulai berjatuhan, malam ini terasa dingin sekali tapi Kei masih fokus dengan tulisannya. Dia terus menulis hal hal yang dialaminya dan tak ada yang terlewat sedikitpun.

Tiba tiba suara hujan diluar semakin deras dan petir mulai menyambar, Kei masih saja sibuk dengan tulisannya tidak menghiraukan apapapun yang terjadi di sekitarnya.

*cring **cring *

“su..suara itu “ kata Kei terkejut
“i..itu suara lonceng yang dikatakan Rei kan “
“AaaaAAaaah”

the call of the tattoos part 14

-We will always be together, we will. . .–

“Rei. . .kamu dalam masalah besar .  .” kata Kei sambil menatapku
“ masalah??”tanyaku
“um. . nanti akan kuceritakan oke. . untuk saat ini kita harus segera menemukan Mio, dan segera pergi dari sini.” Kata Kei
“lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanyaku
“ikut denganku. . kita harus bertanya pada itsuki. .” kata Kei sambil menarik tanganku.
Kami berdua berjalan kembali ketempat dimana kami berdua bertemu dengan itsuki. Sepanjang perjalanan Kei selalumemperhatikan luka di kepalaku.
“Rei. .apakah kamu yakin tidak apa apa? Lukamu terlihat belum begitu membaik” kata Kei
“ti. . tidak apa apa, hanya saja balutan perban saja yang terlepas” kataku sambil tersenyum.
“. . okay. .”  kata Kei
Kami sampai di depan gudang tua itu. Dengan segera Kei berjalan memutarinya untuk melihat itsuki.
“itsu. .itsuki. .”  kata Kei sambil mengetuk jendela gudang tersebut yang nampaknya ditutup olehnya.
Itsuki tidak menjawab. Kei mencoba untuk mengetuknya berkali kali namun tetap tidak ada jawaban.
“Rei. .apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kei
“hm. . ayo kita coba masuk kedalam. .” kataku
Kei hanya mengangguk dan mulai berjalan kearah pintu depan.
“Rei. .pintunya. .” kata Kei sambil menunjuk kearah pintu depan gudang tersebut. 
Pintu gudang itu terbuka sedikit dengan gembok yang sudah terbuka dan terjatuh di tanah. Kami berdua secara perlahan mendekati pintu tersebut.
“Kei. .hati hati. .” kataku sambil memegangi tangan Kei.
Sesaat sebelum kami membuka pintu tersebut. . seekor kupu kupu merah terbang dari dalam gudang tersebut.
*cring*
“ku. .kupu kupu itu lagi” kataku perlahan sambil memandangi kupu kupu merah yang terbang menjauhi gudang tersebut.
“Rei!! REI!!!” teriak Kei dari arah dalam gudang.
Secara reflex aku membalikan kepalaku dan bergegas masuk kedalam gudang tersebut.
Sesaat setelah aku masuk kegudang itu. .
“i. .itsuki?” kataku perlahan dengan tanganku yang mendekap mulutku.
Pria tampan berambut putih tersebut melayang di udara, dengan wajah yang tertunduk, dan sebuah tali yang besar melingkar di lehernya.
Itsuki tampak lemas dengan mata yang masih agak terbuka dan sedikit darah keluar dari mulutnya. Aku terduduk disana, tak kuasa menahan kejutan dari kejadian yang baru saja terjadi.
Itsuki. . bunuh diri. . .