Selasa, 31 Desember 2013

The call of the tattoos part 13

The call of tattoos part 13
- The Crest, The Bell, and The Crimson Kimono

“Rei. . Rei!!”

“ugh. . kei?” kataku sambil memegang kepalaku yang masih terbalut perban

“rei. . kamu mendapatkannya?” Tanya kei

Aku memandangi sekitarku. . nampaknya semua kembali seperti semula. Aku  mencoba untuk berdiri dengan bantuan kei.

“oh. . i. .ini” kataku sambil menunjukkan emblem kiryu dari tanganku.
“bagus. . dengan ini sisa 2 emblem lagi yang harus kita temukan” kata kei
“i. . iya kei. .” kataku sambil memegangi perutku

“kemari rei. . aku akan membantumu” kata kei sambil mengalungkan lenganku ke lehernya.
Sesaat aku melihat wajah kei saat itu sangat ceria dan bersinar. Kei menuntunku keluar dari rumah tua tersebut.

Rabu, 11 Desember 2013

The call of the tattoos part 12

The call of tattoos part 12
-The Twin Sisters-

Kami berdua berjalan menyelusuri hutan kembali menuju susunan bebatuan yang mirip seperti altar tersebut. Tempat itu Nampak berbeda dengan yang tadi, semua tampak sepi dan gelap, tanpa suara teriakan ataupun keramaian orang seperti tadi.

“lewat sini rei. .  jangan terlalu berisik agar kita tidak ketahuan. .” bisik kei

Kami berjongkok dan berjalan perlahan dari balik semak semak di jalan setapak itu, hingga pada akhirnya kami turun sampai ke desa tersebut. Rumah rumah itu Nampak sangat tua, beberapa sudah mulai rusak bahkan ada yang sudah hancur menyatu dengan tanah.

Senin, 02 Desember 2013

the call of the tattoos part 11

The call of tattoos part 11
-Kei Amakura-
“ini. .apa?” Tanya miku sambil memperhatikan mainan kayu di tangannya

“ aku tidak tahu miku. .  tiba tiba saja muncul dari dalam mimpiku. .”kataku sambil merapikan peralatan makan miku.

“mimpi?? Seperti yang kamu lihat saat aku bernyanyi di dapur kemarin?” Tanya miku

“aku juga tidak tahu. . pada awalnya aku hanya merasa mimpiku sangat sangat dekat dengan kenyataan. . 
namun, sekarang. . apa yang muncul di mimpiku. . benar benar menjadi nyata. . lihat saja mainan itu. .” kataku sambil menunjuk mainan itu

“umm.. rei . .” kata miku sambil memperhatikan wajahku yang kebingungan

a little piece of artwork based on my fanfic by me xD

sembari menunggu part 11 nanti malam berbagi sedikit artwork based on fanfic gue dulu deh haha baru mulaisuka gambar lagi. .


maaf kalau jelek :P

Main characters The call of tattoos
(Miku,Kei,Rei)

Kamis, 21 November 2013

the call of the tattoos part 10

The call of the tattoos part 10
-Burst Into Reality-
“bangun. . . Rei. . .”

“yuu. .. kau kah. .itu?”

Perlahan aku membuka kedua mataku, perlahan lahan penglihatanku mulai jelas dan terang. Aku menyadari bahwa aku telah berada di atas sebuah ranjang lengkap dengan selimut putih tipis yang membalut seluruh tubuhku. Beberapa saat aku memandangi langit langit ruangan itu, akhirnya aku memutusknan untuk bangun dari ranjangku.

“aduh!!”

Aku merasakan sakit dan pusing yang hebat ketika aku mencoba untuk bangun. Aku mencoba meraba kening dan kepalaku, nampaknya ada sebuah balutan kain kasa penutup luka yang melingkari seluruh bagian kepalaku.

“ini.. dimana?” pikirku sesaat sambil kembali memandang langit langit

“rei? Kamu sudah bangun?”

Beberapa saat kemudian miku muncul menghampiriku. Ia Nampak sibuk membawa nampan dengan makanan lengkap di atasnya.

Kamis, 24 Oktober 2013

The call of the tattoos part 9

The call of tattoos part 9

-Please. .let . .me. .go. .-

“miku. . .”

Kataku sambil memberikan secangkir teh. Miku terduduk di sofa dengan tubuh yang terbalut selimut.
Karena miku tidak merespon,aku meletakkan cangkir itu di atas meja di depan kami.

“R. .rei?” kata miku perlahan
“ah? Iya miku?” kataku sambil menatap miku
“apakah. . ini semua. . salahku?” kata miku

“. . . tidak miku. . tidak. .” kataku

Miku menundukkan kepalanya sambil mulai menangis lagi.

“mafuyu. . .hiks. “ kata miku sambil mengusap wajahnya

Di saat yang bersamaan aku memperhatikan lengan miku, terdapat seperti luka memar yang sangat besar.
“miku!! Sebentar. . tanganmu kenapa?” kataku sambil menangkap tangan miku.

Aku memandangi bekas luka di lengan miku tersebut, luka tersebut semakin berwarna gelap dan gelap.

Rabu, 16 Oktober 2013

the call of the tattoos part 8

The call of tattoos part 8
-Brother. . .-

“terima. . kasih. . rei. .”

Suara itu kembali terdengar di kepalaku. Aku mengusap kepalaku sambil meneguk sisa air di gelas minumku. Malam itu nampaknya gerimis, dan terdapat kilat kilat kecil. Setelah duduk selama beberapa menit di sofa di ruang keluarga, aku memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurku.

Sesaat sebelum aku memasuki kamarku. .

“mafuyu. .”

Suara itu terdengar seperti suara miku, aku menoleh kea rah lorong tempat kamar miku berada.
“m. .miku?” kataku perlahan

Tidak ada jawaban dari dalam ruangan, perlahan lahan aku berjalan menghampiri pintu tersebut.
“miku?” kataku sambil membuka pintu kamarnya perlahan.

“hiks. . ah? Rei. . maaf aku tidak mendengarmu. .” kata miku sambil cepat cepat mengusap wajahnya.
Miku mengenakan pakaian piyama berwarna pink kecil dan terduduk di atas kasur kecilnya sambil bersandar pada tembok.

“ada apa miku?” tanyaku sambil duduk di kasur miku.

miku segera menggeser tubuhnya dan duduk di pinggir bersamaku.

Minggu, 06 Oktober 2013

the call of the tattoos part 7

Part 7
-The Victim -

“rei. .”

“i. .iya?” tanyaku sambil memandang miku

“aku mendapatkan foto korban waktu itu. .” kata miku sambil menunjukkan sebuah foto
Foto itu menggambarkan seorang wanita yang wajahnya mrip pada paspor yang kutemukan di rumah itu, hanya saja, wajahnya sudah dipenuhi tato dan kulit yang putih pucat..

“ini foto yang diambil ketika yoshino menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari yang lalu.. setelah itu jasad yoshino menghilang begitu saja meninggalkan bercak hitam seperti tinta di kasurnya. . aneh bukan?” Tanya miku sambil memandangku heran

Aku teringat kembali kejadian hari itu saat aku bertemu yoshino. . .

“pergi!! Tidak biarkan aku pergi!!” kata kata yoshino kembali terdengar dikepalaku. .
“rei? Rei?!!” kata miku sambil menepuk pundakku.
“apamungkin. . yoshino terjebak di dalam rumah itu. . .” gumamku sendiri
“rumah? Rumah apa rei?” Tanya miku semakin heran

“miku. . beritahu aku, sepertinya kamu pernah bilang kamu mendengar seperti alunan lagu lullaby dri dalam mimpimu kan?” tanyaku

“i. . iya rei, lagu itu selalu terdengar di kepalaku setiap aku terbangun dari tidurku. . knp?” kata miku
“rumah tua dan sekelilingnya turun salju?” tanyaku



“iya. . disana memang turun salju, lalu banyak terdapat lorong panjang. . lilin. . meja batu. . dan mafu. . ah lupakan saja. .” miku memotong pembicaraannya

The call of the tattoos part 6

Part 6
-The Hair and Mirror -

“ritual dijalankan ketika seorang pendeta sukarelawan telah menginjak usia 16 tahun dan telah bersedia untuk melakukannya. . . paku ditusukkan ke telapak tangan dan kaki. . . kaca penyimpan arwah. . . lilin biru tua. . kabut gelap. .”

Begitu saja petunjuk yang kudapat dari file file hasil pencarianku di net kemarin. . tidak ada satupun yang dapat membantu dan menjelaskan tentang kejadian di kamar mandi tadi sore. . aku merebahkan diriku di kasur kesayanganku sambil sejenak mengejamkan mataku. . .

“kalau memang wanita bertato itu reika, mengapa ia masih tetap berkeliaran di rumah tua itu? Hal apa yang membuatnya tidak tenang? Apakah ritualnya gagal?” pikirku dalam hati

*knock**knock*

“masuk. .” kataku sambil duduk di kasurku
“rei. . . “
“oh ternyata kamu miku. . ayo masuk. . “
“rei. .  aku ingin bertanya sesuatu denganmu. .” kata miku sambil duduk di pinggir kasur
“tentang apa?”

“kamu ingat tentang lagu yang kunyanyikan saat tengah malam itu??”
“iya. . kenapa?”
“aku kembali mendengarkan lagu tersebut dalam mimpiku. . namun tidak jelas siapa dan darimana suara lagu itu berasal. . “

aku terdiam sejenak. . .

“rei? Kamu tidak apa apa??” Tanya miku dengan wajah kebingungan
Apakah mungkin miku pernah masuk ke dalam rumah itu? Ke dalam manor of sleep?
“miku. . kalau aku tidak salah ingat, kamu pernah bercerita tentang memimpikkan suatu tempat bersalju bukan?”

“ i. . iya. . ada apa rei? Aku bermimpi berada di sebuah ruangan gelap dan besar. .”
“lalu ada sebuah kandang di tengahnya bukan?” kataku memotong pembicaraan miku
“huh? Kandang? Hanya ada sebuah batu seperti sebuah meja rei. . aku tidak yakin itu batu untuk apa, namun terdapat banyak darah di atasnya. .” kata miku

the call of the tattoos part 5

The call of the tattoos
Part 5

-Reika Yukishiro-

pagi itu, aku kedatangan sebuah paket berbentuk kotak dengan tanda Amakura di bagian atasnya. .
aku membuka paket tersebut, paket itu berisi sebuah buku tua dengan surat di dalamnya. . .

“Yuu. . aku sudah menemukan buku yang sudah lama kau cari, memang beberapa bagian nampak rusak dan tidak terbaca lagi. . tapi aku harap buku ini bisa membantu dalam penelitianmu. . kabari aku kalau kamu menemukan sesuatu – Kei”

Paket itu ternyata dari Kei, kawan satu universitas Yuu yang selalu ikut dalam proyek proyek horror Yuu. . nampaknya ia belum mendengar bahwa Yuu sudah tiada. . .

Ku mengambil buku tua itu dan duduk di atas sofa untuk bersiap membacanya. .

“Rei. . .”

Seseorang menepuk pundakku. . .

“hah!!! Miku. . . kenapa?” kataku sambil dengan cepat membalikkan badanku. .
“maaf membuatmu kaget rei, aku hanya ingin menanyakan tentang lullaby yang dahulu aku dengar di mimpiku. . .” kata miku ragu

“iya? Ada apa miku?”
“aku bermimpi buruk belakangan ini. . seperti sebuah ruangan dengan batu besar ditengahnya. .  lalu disanalah aku mendengar lullaby itu. .”

“batu besar??” tanyaku dengan wajah kebingungan. .
“iya rei. . dan banyak salju turun, namun aku tidak merasakan dinginnya. . sama seperti di dalam mimpimu Rei. .”

Aku terdiam. . miku memandangiku dengan wajah kebingungan. .

“miku? Mm. . apakah kamu mendapat tanda berupa tato yang menyebar atau semacamnya? ?”
Miku menggelengkan kepalanya sambil memandangiku dengan penuh rasa kebingungan. .
“sudah lupakan saja rei, ngomong ngomong aku menemukan berita tentang yoshino yang dulu kamu berikan potongan passportnya. .”

Miku menjelaskan bahwa yoshino adalah salah seorang korban kecelakaan pesawat terbang di jepang yang selamat. .

“Rei. . ada beberapa kejanggalan di berita ini, semua korban yang selamat tampaknya mengalami koma selama beberapa bulan. . lalu semuanya akhirnya meninggal dengan wajah yang terlihat kehitaman seperti terbakar. . dan korban terakhirnya ialah Yoshino, tepat sehari setelah kamu memberikan passport ini. .” kata miku

“be. . benarkah itu?” tanyaku
“iya. . lagipula bagaimana kamu bisa mendapatkan passport orang yang sama sekali tidak dikenal dan keesokan harinya meninggal?? Ini merupakan suatu kebetulan atau. . .”

Aku memegang kepalaku. . semua yang kubaca tentang the manor of sleep. . tentang kutukan tato itu. . tentang korban meninggal menghitam karena kutukan tersebut. .

The call of the tattoos part 4

Part 4

-the lullaby-

aku terduduk di depan gerbang rumah itu. . . rumah itu tertutup bayangan salju yang semakin deras turunnya. .
“kenapa harus aku?? Kenapa?” pikirku dalam hati

*cring*

Suara lonceng kecil yang sudah biasa kudengar berbunyi lagi di kepalaku. . dengan cepat ku mengangkat kepalaku. .

Aku melihat sebuah tangan tepat berada di depanku, aku memandangi tangan itu sambil perlahan melihat pemilik tangan itu. . . aku terdiam. . .

“Y. . .yuu. .” kataku perlahan

Wajah Yuu bersinar sinar, dan ia tersenyum. . .

Aku meneteskan air mata, aku segera berdiri dan ingin memeluknya. . .

Tiba tiba,
*cring cring*

Aku melihat wajah Yuu mulai terlihat pucat, tato yang mirip seperti milikku menjalar dari tangan sampai wajah Yuu. . .

“aaaaaaaaaaaaargh.... Reiiiiii” jerit Yuu
“Yuu!!! Kmu kenapa??? YUU!!!” kataku sambil memegang kedua tangannya
“aaargh!!!!” jerit Yuu
Yuu mendorongku hingga terjatuh. . . ia tetap berteriak bersamaan dengan tato itu menyebar sampai seluruh wajahnya. . .
“Yuu!! Tidaaak..”
Aku melihat sebuah bayangan berbentuk tangan muncul dari balik punggung Yuu, tangan itu merangkulnya dari belakang..
“YUU!!!!!!” jeritku

Aku kembali berdiri dan mencoba meraih tangan Yuu, begitu pula Yuu yang berusaha meraih tanganku. . . namun, sesaat sebelum aku dapat meraihnya, sebuah bayangan berwujud wanita dengan rambut yang panjang muncul dari balik tubuh Yuu. . .  ia menarik Yuu menjauh dariku dan kemudian menghilang ke dalam gerbang rumah itu. . .

“Yuu!!!! “

Aku segera mendobrak masuk pintu rumah itu. . .

*cring*
Semua gelap dan sunyi, namun yang menangkap perhatianku ialah secercah cahaya biru yang menyala nyala di sebelah pintu masuk tersebut. . .

Sinar itu ternyata datang dari lentera biru yang dahulu aku jatuhkan saat aku diserang wanita misterius tersebut.

“lentera ini. . .”

The call of the tattoos part 3

Part 3

-The tattoos-


*shower*

air hangat itu membasahi dari rambut hingga kakiku.. Aku tertunduk sambil membasahi kepalaku dengan air tersebut..

"Rumah itu nyata.. Wanita itu nyata.. Sosok ibu dan anak itu nyata.. Berarti. . . . Yuu. . . Juga . . ."

Dengan cepat ku mengambil handuk dan memakai bajuku..

"Miku!! Mikuuu~" kataku..

"Sebentar Rei. . ." Jawabnya..

Karena tidak sabar menunggu, aku melanjutkan pembicaraanku..

"Kamu ingat soal rumah tua yang ada di dalam mimpiku kan?"

Miku berjalan menuruni tangga sampai berada di depanku..
"Rei. . . Untuk kesekian kalinya akan kukatakan. ."

"Lihat ini. . . Kemarin malam aku bermimpi di rumah itu dan mendapatkan 2 kertas ini. . Lihat ini.. ."

Aku dapat melihat wajah miku yang kebingungan..

"Aku tahu kamu pasti kebingungan, namun aku ingin kamu mencari tahu tentang passport ini.. Cek ID pass nya beserta namanya. . Dan kabari aku kalau kmu menemukan sesuatu. ."

"Siap bos!!" Kata miku smbil tersenyum manis. . .

"Oke aku mau ke atas sbentar" kataku

Aku terduduk di atas ranjangku.. Kunyalakan komputerku dan mulai mencari informasi tentang rumah itu..

"Rumah tua terbakar, tidak. . . Rumah kuil tua ambruk, tidak . . . Hmm. . Pasti ada yang relevan dengan rumah itu.." Kataku sambil mengusap kepalaku

Aku mencoba mencari lagi dan lagi. . . Aku mencari tentang kuil di dalam rumah. . Sosok ibu dan anak yang ditinggal ayah. . . Sampai wanita penuh tato tersebut. .
Hingga aku menemukan sebuah link suggestion "Pendeta bertato" namun sesaat aku mengekliknya, ternyata membawaku ke link gambar..

Aku melihat lihat isi link tersebut. . .

"Kenapa isinya pria kekar dan bertato semua??" Pikirku bingung

Namun akhirnya perhatianku terfokus kepada sebuah foto kecil dengan latar warna hitam putih bergambarkan seorang gadis kecil berkimono putih dan bawahan biru tua, yang membawa sebuah lentera...

Aku mencoba mencari sumber foto gadis kecil itu, dan akhirnya aku sampai pada sebuah artikel kuno yang berjudul.. "The manor of sleep" sebuah cerita legenda tua...

Aku membungkukkan badanku, tertarik oleh judul tersebut. . . Mataku bergerak mengikuti paragraf2 bacaan tersebut.

"Rumah yang ditinggali sebuah keluarga bernama Kuze. . . Habis terbakar, semua anggota keluarga meninggal. ."

Konon katanya, rumah dan keluarga itu telah terkutuk akibat ritual gelap yang mereka lakukan. . .

The call of the tattoos part 2

Part 2
-The Call-


Pagi itu aku menceritakan semua kepada miku, yang kebetulan tinggal serumah denganku.. Miku meyakinkan aku bahwa itu semua hanyalah mimpi dan dia meminta ijin untuk mencari sumber berita baru..

Pagi itu, sekitar pukul 10, aku kembali turun ke lantai bawah.. Aku melihat sebuah memo kecil dari miku bertuliskan

"Rei, aku sudah membuatkan pancake aku letakkan di atas meja, hangatkan selama 30 detik, oh iya jangan lupa mencetak foto rumah kemarin"

Ampuuun, miku sudah seperti mamaku haha.. Maklum aku memang orangnya agak berantakan, dan tomboy.. Bisa dilihat dari gaya rambutku yang potong pendek dan tomboy. . .

Setelah aku memakan pancake ku, aku segera menuju ruang cuci film.. Ku mencuci beberapa foto hasil rumah kebakaran kemarin.. Sekilas aku teringat foto lorong rumah itu. . .

Dengan cepat kucari film foto itu dan kucuci..

Sesuai dugaan, foto itu terlihat agak buram, dn sesosok pria mirip Yuu itu memang terlihat berdiri di lorong rumah itu..

Dengan segera aku menelpon miku dan menyuruhnya pulang, Sesampainya di rumah, aku menjelaskan semua kepada miku, miku terdiam.. Dia tidak dapat berkata kata lagi. . . Wajahnya tampak pucat..

"Miku?? Ada apa??" Kataku.

"Eh? Tidak, tidak apa2 rei. . . Aku mau ke kamar sebentar ya. ." Kata miku sambil naik ke kamarnya..

Aku yakin.. Pasti mimpi kemarin ada kaitannya dengan Yuu.. Tapi apa?

Malam harinya, aku terbaring di ranjangku.. Memikirkan bagaimana caranya mencari koneksi antara kematian Yuu dan rumah tua tersebut..

Hari semakin larut, dan aku pun tertidur lelap di tempat tidurku..

Tepat sesuai dugaanku..

The call of the Tattoos part 1


The Call OF The Tattoos





By : Cokorda Agung Abi Baruna