The call of tattoos part 11
-Kei Amakura-
“ini. .apa?”
Tanya miku sambil memperhatikan mainan kayu di tangannya
“ aku tidak
tahu miku. . tiba tiba saja muncul dari
dalam mimpiku. .”kataku sambil merapikan peralatan makan miku.
“mimpi??
Seperti yang kamu lihat saat aku bernyanyi di dapur kemarin?” Tanya miku
“aku juga
tidak tahu. . pada awalnya aku hanya merasa mimpiku sangat sangat dekat dengan
kenyataan. .
namun, sekarang. . apa yang muncul di mimpiku. . benar benar
menjadi nyata. . lihat saja mainan itu. .” kataku sambil menunjuk mainan itu
“umm.. rei .
.” kata miku sambil memperhatikan wajahku yang kebingungan
“. . ah?
Tenang saja miku. . aku tidak apa apa haha. . aku bereskan alat makan ini dulu
ya, kamu istirahat saja ya!” kataku sambil tersenyum kecil
Tanpa
menoleh ataupun berkata kata lagi, aku keluar dari kamar miku. Setelah
merapikan peralatan makan itu, aku duduk di sofa sambil menyalakan televisi.
*cring*
“uugh!!
Aagh!!” jeritku
Tato di
pundakku kembali muncul dan menjalar lebih jauh lagi. . aku dapat melihat di
pipiku telah ditumbuhi tato abstrak itu. . tato itu terus menjalarsampai lengan
tanganku. Aku berusaha dengan susah payah menahan rasa sakit tersebut. Aku
tidak ingin miku panik lagi akibat diriku, aku menutup mulutku sambil menahan
rasa sakit tersebut. Karena tak sanggup kulampiaskan dengan teriakan kesakitan,
maka air mataku lah yang tak bisa kutahan.
“ngggh. . .
haah. . .” jeritku
Tato itu
kembali bersinar dengan terang. . dan secara perlahan lahan kembali menghilang.
“mmh. .
haah. .haah. .”
Aku meraba
pundakku. .seluruh tubuhku dipenuhi dengan keringat. Aku berusaha mengatur
nafasku yang terengah engah.
*Cring*
Belum sempat
aku menenangkan diri, perhatianku sudah sepenuhnya terambil oleh sebuah sosok
tepat di luar jendelaku.
Seorang gadis
kecil dengan yukata berwarna putih-merah dan rambut yang terikat 2 memandangiku
dengan tampang yang sedih. Aku hanya bisa terdiam memandangi gadis itu sambil
terus berusaha mengatur nafasku.
Gadis itu
mengeluarkan air mata dan dengan cepat membalikkan badannya dan berjalan pergi
dari jendela rumahku. .
“he. .hey!!
tunggu!! Haah. . hah. .” kataku
Gadis itu
terdiam. . dia membalikkan pandangannya padaku.
“tolong. .
jangan pergi. .” kataku
Gadis itu
membalikkan badannya tatapannya Nampak kosong,dan wajah yang tanpa ekspresi.
“kamu. .
kamu yang dulu menolongku kan?saat aku diserang kiriko? Wanita merayap itu?”
kataku
Gadis itu
tetap terdiam sambil memandangi wajahku.
“aku. . aku
hanya ingin berterima kasih. . kalau tidak salah .. namamu amane kan?” kataku
sambil berdiri dan mendekati jendela rumahku itu.
“. . .
.sebentar lagi. . .” katanya sambil menundukkan kepala
Tiba tiba
rasa sakit itu muncul kembali sampai membuatku bertumpu di kaca jendelaku.
“ahhh!!
Aaagh!!!!” jeritku
Gadis itu
kembali mengeluarkan air mata sambil memandangi aku yang kesakitan.
“aaagh
tolong aku amane!! Aaargh!! Tolong!!” jeritku
Rasa sakit
yang hebat sampai membuatku terjatuh ke lantai. Gadis itu menempelkan tangannya
di kaca jendelaku.
“ber. .
tahanlah. . reika. .sebentar lagi. . waktunya akan tiba. .” kata amane
Rasa sakit
di seluruh tubuhku perlahan lahan mulai menghilang. Aku terduduk di sisi
jendela rumahku sambil menempelkan kepalaku ke tembok.
“haah. .
waktu? Waktu apa?” tanyaku sambil terengah engah
“bertahanlah.
. reika. .aku akan . . membawanya kesini. . seperti yang kujanjikan. .”kata
amane
“haah. .
membawa? Janji. .aku tidak mengerti. . uugh. .” kataku
Tubuh amane
mulai bersinar dan perlahan lahan ia berjalan menjauhi jendelaku.
“a. .amane?
hh. . kamu mau kemana?” kataku
Tubuh amane
menyala semakin terang dan terang hingga menyilaukan pandanganku. .
“amane!!
Jangan tinggalkan aku!! Aku tidak mengerti apa maksudmu!!” teriakku
*Ting Tong*
“hah?”
Aku mengatur
nafasku sambil melihat diriku masih terduduk di sofaku dengan tv yang masih
menyala.
“apakah aku
tertidur? Apakah itu hanya mimpi?” pikirku
*cring**cring*
“bertahanlah.
. reika. .”
Tiba tiba
suara itu kembali terdengar di kepalaku. Aku segera mengalihkan pandanganku
kearah jendela itu. Aku tak mampu berkata apapun, sepasang cap tangan yang
berukuran kecil tergambar di jendelaku persis di tempat amane tadi berdiri.
“amane?
Amaaaneeeee!!!” teriakku sambil memandang kesana kemari untuk mencarinya.
*Ting Tong*
Suara itu
kembali terdengar dan membuatku tersadar bahwa itu adalah suara bel rumahku.
“sebentar.
.” kataku sambil berdiri dan merapikan pakaianku.
Aku berjalan
perlahan ke arah pintu keluar rumahku. Aku mengambil nafas panjang sebelum membuka pintu itu untuk membuatku
tidak terlihat panic seperti tadi.
“siapa?”
kataku sambil membuka pintu rumahku.
Dibalik
pintu itu, berdirilah sesosok pria, agak sedikit lebih tinggi dari
aku,rambutnya berwarna hitam dan agak sedikit panjang. Pria itu tersenyum
melihatku.
“selamat
siang. . kamu pasti Rei kan?” katanya sambil tersenyum.
“i. . iya. .
anda siapa?” tanyaku sambil memandang wajahnya yang masih tetap tersenyum.
“oh. . iya
perkenalkan. . namaku Kei Amakura. . seorang penulis artikel fiksi. .” katanya
“oooh. . i.
. iya. . aku Rei. . Rei Kurosawa” kataku sambil membalasnya dengan senyuman.
“iya aku
tahu. . Yuu sering sekali bercerita tentangmu hehe. . apakah Yuu ada di rumah?”
Tanya kei
Aku
menundukkan kepalaku sambil dengan berat hati memberitahu Kei bahwa Yuu telah
tiada.
“. . . Yuu?
Serius?” kata Kei sambil memegang dahinya
Aku hanya
menganggukan kepalaku sambilmasih tetap menunduk.
“ma. .
maafkan aku Rei. . aku tidak tahu. .” kata Kei
“ah. .
tidak. . maafkan aku juga, tidak bisa memberikanmu kabar secepatnya setelah
kejadian itu. .” kataku sambil membungkuk meminta maaf.
Akhirnya
kami memutuskan untuk masuk ke dalam dan mengobrol.
“perkenalkan.
. aku Miku Hinasaki. .” kata miku yang sudah duduk di sofa di ruang tengah.
Kami bertiga
berbincang bincang tentang maksud kedatangan Kei hari ini. Kei datang ke rumah
karena ia ingin melihat data hasil penelitian Yuu tentang sebuah rumah tua yang
ditinggalkan selama berates ratus tahun oleh pemiliknya.
“sebelumnya
aku ingin menunjukkan ini kepada kalian. .” kata kei sambil menunjukkan sebuah
foto.
Di foto
tersebut terdapat 3 orang pria yang memakai seragam sekolah dan nampaknya
sedang bercanda. Mereka ialah Kei. . Yuu. . dan Mafuyu. .
“ya. . aku
kenal dengan mereka berdua. . kita bertiga ialah rekan kerja dalam berbagai
macam penelitian untuk mencari inspirasi tulisan baru kami. Namun. . semenjak
mafuyu hilang. . Yuu memutuskan untuk beralih bekerja menjadi fotografer Koran.
.” kata kei
“iya. . saat
itulah Yuu bertemu denganku” kataku
“kamu tau
mafuyu menghilang?” Tanya miku
“iya rei,
Yuu pernah menceritakan hal itu. . dan iya miku aku tahu itu juga. aku dan Yuu
sempat mencari penyebab hilangnya mafuyu, namun kami tidak mendapat kemajuan
apa apa. Pada akhirnya aku dan Yuu memutuskan untuk menjalani hidup dan karir
masing masing.” Kata Kei
“lalu hasil
kerja Yuu apa yang ingin kamu lihat Kei?” kataku
“kalian
tidak tahu? Yuu punya suatu penelitian yang ia lakukan sendiri?” kata kei
Aku dan miku
hanya menggelengkan kepala sambil memandang heran Kei.
“Yuu
meneliti sebuah peristiwa. . dimana seseorang sering sekali bermimpi tentang
suatu tempat yang menyeramkan. .setelah kehilangan seseorang yang dia saying. .
dan mimpi itu selalu datang hampir setiap malam” kata Kei
Mataku
melotot memandang wajah Kei yang bercerita dengan penuh semangat . .
“a. . apa
kamu bilang? M. .mimpi?” tanyaku
“iya. .
mimpi. . aku ingin sekali melihat hasil kerjanya” kata kei bersemangat
Karena aku
belum merasa ingin berbagi tentang kisahku dan mimpi yang persis seperti yang
diceritakan Kei, maka aku memutuskan untuk tidak bercerita. Aku mengajak Kei ke
kamar Yuu untuk mencari data tersebut. Kamar Yuu sudah tidak pernah kumasuki
lagi semenjak Yuu meninggal.
“sepertinya
Yuu menyimpan datanya di loteng” kataku
Maka aku
meminta Kei untuk mencarinyaa. sendiri di loteng yang bisa dimasuki lewat
lemari dikamar Yuu. Setelah menunggu sekitar menitan, akhirnya Kei turun dari
loteng dengan tubuh yang banyak debu dan sarang laba laba.
“aku
menemukannya rei. . ada disini. .” kata kei sambil menunjukkan sebuah buku file
Aku
mengambil file itu sambil mencoba membuka secara acak lembarnya. Isinya ialah
daftar wawancara Yuu dengan orang yang mengalami mimpi tersebut.
“ingat buku
yang kukirim waktu dulu? Sebuah diary dari reika kuze?” kata kei
“i. . iya. .
kenapa?” tanyaku
“menurut
hasil yang aku dapat,hampir semua korban mimpi ini pernah melihat
wujudnya,wanita dengan tato yang tersebar di seluruh tubuhnya . .sama seperti ritual yang dijalankan oleh reika ini. .” Kata kei
Tiba tiba
jendela kamar Yuu terbuka dengan sendirinya dan angina yang cukup kencang
bertiup masuk ke kamar yuu. .
“kyaaaa. .
.” jeritku sambil menahan angin tersebut dari wajahku.
“Rei!!
Apaapan ini?” teriak Kei
*cring*
*cring*
“hah?”
Dalam
sekejap sekelilingku berubah menjadi seperti hutan dengan jalan setapak dengan beberapa hiasan seperti batu bergambar di pinggirannya.
“di. .
dimana ini?” pikirku
Aku
memutuskan untuk mengikuti jalan setapak tersebut. Jalan itu nampaknya semakin
lama semakin mulai menanjak. Tepat di ujung jalan setapak itu, aku dapat
melihat seperti susunan batu yang melingkar dengan hiasan semacam pintu masuk
kuil yang besar.
Aku memutari
susunan batu tersebut,mencari tahu apakah aku bisa menemukan sesuatu dari sana.
tiba tiba seekor kupu
kupu yang berwarna merah terang terbang melewati wajahku.
“hah? A. .
apa itu?” pikirku
Kupu kupu
itu mulai terbang ke sisi bukit tersebut.
Sesaat
setelah aku mengejar kupu kupu tersebut, pemandangan dari arah bawah bukit
tersebut mulai menerang dan kabutyang tadinya sangat tebal itu mulai menipis.
Aku terdiam,
aku dapat melihat beberapa bangunan seperti rumah dari kejauhan, namun kali ini
rumah itu sangat banyak, dan ukuranya tidak sebesar rumah tua tersebut.
“dimana ini
sebenarnya?” pikirku sambil menelan air liur
“AAAAAAAAAAAAA!!!”
Aku
dikejutkan oleh suara teriakan yang sangat kencang dari arah yang berlawanan
denganarah tempat aku datang ke bukit ini.
“si. . siapa
itu?” kataku sesaat
Aku
memutuskan untuk berlari ke arah sumber teriakan tersebut. Aku memasuki jalan
setapak itu lebih dalam dan dalam. Teriakan itu kembali kudengar semakin lama
semakin keras dan jelas.
“YAEEEEEE!!
Tolong aku!!” begitu katanya
Aku akhirnya
sampai di sumber teriakan tersebut. Aku melihat dari sisi bukit tersebut,
ternyata ada seorang wanita dengan kimono putih yang terjatuh dari sisi bukit.
Aku dapat melihat kakinya yang terluka, mungkin tergores saat terjatuh tadi.
“Dia ada
disini!!!!! Ayo semua cepat kesini!!”
Teriakan
lain kembali terdengar kali ini Nampak seperti suara lelaki, dan jumlahnya
lebih dari satu.
Karena tidak
tega melihat luka dan isak tangis dari wanita itu, aku memutuskan untuk
menolongnya naik dari bukit. Namun sessat sebelum aku ingin menunduk dan
berteriak kepadanya, sepasang tangan menyekapku dari belakang dan menarikku
masuk ke semak semak di pinggir bukit tersebut.
“mmpphh. .
mph. .” gumamku karena mulutku tertutup tangannya
“sssst. .
rei jangan berisik. .”
Suara itu
sepertinya aku kenal, aku membalikan wajahku. .ternyata itu adalah Kei.
“kei. . apa
maksudmu? Aku ingin menolong wanita itu. .” kataku
“sst. .
jangan berisik rei. . nanti akan aku jelaskan. . untuk sekarang tolong
dengarkan aku dulu” bisik kei
Aku hanya
menatapnya dan mengangguk kecil. Kei menyuruhku untuk segera mencari tempat
yang aman dari sana. Kami memutuskan untuk berjalan menelusuri jalan setapak
tersebut lewat jalan kecil di sisi bukit. Beberapa saat kemudian aku melihat
sekumpulan orang berlari melewati kami dari jalan setapak di atas kami.
“jangan
hiraukan orang itu rei. . nanti pasti akan aku ceritakan. . aku tahu tempat
ini, aku tahu semua tentang tempat ini. .”
“i. . iya
kei. .” bisikku
Wajah Kei
Nampak sangat berbeda dari sebelumnya, ia kali ini Nampak lebih serius dari
sebelumnya.
Akhirnya
kami sampai di sebuah kolam kecil di tengah hutan tersebut.
“haah. .
hah. .” kataku sambil mengatur nafasku karena kelelahan.
“huuft. .
sepertinya disini sudah aman. .” kata kei
“katakan
padaku. . tempat apa ini. . kenapa kamu bilang tahu segalanya tentang tempat
ini. .” kataku
“aku. . hmm.
. dari mana aku harus bercerita. . ” Kata Kei
“ceritakan
padaku..hmm. .”kataku sambil terduduk di pinggiran kolam kecil itu
“ingat tadi
aku meminta data milik Yuu tersebut?” kata Kei
“i. .iya?
lalu?”
“aku. .
setiap malam.. selalu bermimpi tentang tempat ini. . .”kata kei
Aku hanya
terdiam saja sambil memandangi kei yang terlihat agak murung dan menundukkan
kepalanya.
“ada apa
Kei?” tanyaku
“Mio. .
Mayu. . keponakanku. . mereka. . terjebakdi tempat seperti ini. . dan hanya Mio yang kembali. . namun kondisi
tubuh dan penglihatannya memburuk. . entah karena apa. . dan mio harus
menghabiskan waktunya tertidur di rumah sakit. . seperti orang koma beberapa
bulan ini. . dan Mayu. . sampai sekarang tidakpernah kembali, aku percaya ia
masih terjebak di tempat ini. . saat itulah aku mulai memimpikkan tentang
tempat ini. .” kata kei sambil membalikkan badannya.
“kei. . “
kataku sambil mengusap bahu kei dari belakang
“oleh karena
itu. . aku bertekad mencari tahu.. apa yang terjadi pada mayu dan mio disini. .”
kata Kei
“kei. . aku.
. aku akan membantumu. .”kataku
“te. .
terima kasih Rei . .” katanya dengan pipi yang memerah
“lalu. .
kita harus apa sekarang?” tanyaku perlahan
“kita harus
kembali. . kembali ke desa tersebut. . ke desa All God’s “ kata Kei dengan
wajah yang serius
Angin
bertiup kencang malam itu, Kei menceritakan bahwa desa itu akan muncul pada
malam hari, dan tempat itu tidak. . tidak sama sekali pernah melihat. .
matahari yang terbit di timur, maupun cahaya yang gemerlap dari bintang dan
bulan. Yang ada kami. . desa itu. . dan misteri yang akan kami hadapi
kedepannya nanti. .
To be
continued part 12
“The Twins
sisters”

2 komentar:
ceritanyaaaaaaaaa bgsssssssssssssssss bgttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt yg part 12 nya belum d post ???????
saya ingin baca sampai akhirrrrrrrr, hehe
uploaded :D and thank you udah baca :D
Posting Komentar