The call of the tattoos part 10
-Burst Into
Reality-
“bangun. . .
Rei. . .”
“yuu. .. kau
kah. .itu?”
Perlahan aku
membuka kedua mataku, perlahan lahan penglihatanku mulai jelas dan terang. Aku
menyadari bahwa aku telah berada di atas sebuah ranjang lengkap dengan selimut
putih tipis yang membalut seluruh tubuhku. Beberapa saat aku memandangi langit
langit ruangan itu, akhirnya aku memutusknan untuk bangun dari ranjangku.
“aduh!!”
Aku
merasakan sakit dan pusing yang hebat ketika aku mencoba untuk bangun. Aku
mencoba meraba kening dan kepalaku, nampaknya ada sebuah balutan kain kasa
penutup luka yang melingkari seluruh bagian kepalaku.
“ini..
dimana?” pikirku sesaat sambil kembali memandang langit langit
“rei? Kamu sudah
bangun?”
Beberapa saat
kemudian miku muncul menghampiriku. Ia Nampak sibuk membawa nampan dengan
makanan lengkap di atasnya.